Jumat, 05 Mei 2017

Gejala Kelebihan unsur hara tanaman (Toksisitas unsur hara tanaman)

Toksisitas adalah suatu keadaan yang menandakan adanya efek toksik/racun yang terdapat pada bahan sebagai sediaan single dose atau campuran. Toksisitas akut ini diteliti pada hewan percobaan yang menunjukkan evaluasi keamanan dari kandungan kimia untuk penggunaan produk rumah tangga, bahan tambahan makanan, kosmetik, obat-obatan, dan sediaan biologi.


Gejala kelebihan unsur N :
- tanaman akan tampak terlalu subur, ukuran daun akan menjadi lebih besar
- batang menjadi lunak dan berair (sekulensi) sehingga mudah rebah dan mudah diserang penyakit
- penundaan pembentukan bunga, bahkan mudah lebih mudah rontok dan pemasakan buah cenderung terlambat.
Gejala kelebihan unsur P :
- tumbuhan kerdil
- warna daun berubah menjadi ungu atau coklat mulai dari ujung-ujung daun.
Gejala kelebihan unsur Ca :
- akar tanaman tidak mampu tumbuh memanjang dengan cepat
- menghalangi pertumbuhan serta mekarnya daun-daun muda dan pucuk-pucuk
- menghalangi pertumbuhan bagian tepi daun, oleh karena itu daun-daunnya menjadi keriting.
Gejala kelebihan unsur Mg :
- daun berwarna kuning, hal ini terjadi karena pembentukan klorofil terganggu
- pada tanaman jagung kekahatan Mg terlihat pada daun adanya garis-garis kuning yang agak menonjol sedangkan pada daun-daun muda keluar lender terutama bila kekahatan sudah berlanjut.


Gejala Kekurangan (Defisiensi ) unsur hara bagi tanaman

Defisiensi adalah suatu keadaan dimana tanaman kekurangan nutrisi tertentu, yang dapat dilihat dari gejala fisik tanaman terutama pada bagian daun dan batang. Seorang pekebun yang handal harus bisa mengetahui kondisi tanaman dikebunnya apakah dalam keadaan kekurangan nutrisi atau tidak. Dengan mengetahui status nutrisi tanaman dapat dibuat suatu rencana kedepan sebagai antisipasinya. Gejala defisiensi dapat dianlisa dengan cara berikut. Gejala defisiensi B, Ca, Cu, Fe, Mn, S, Zn, Ni dimulai dari pelepah paling muda. Gejala defisiensi N, P, K Cl, Mg dan Mo dimulai dari pelepah paling tua
1. Kekurangan unsur hara Nitrogen (N)
a. Warna daun hijau agak kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini mulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun selanjutnya berubah menjadi kuning lengkap, sehingga seluruh tanaman berwarna pucat kekuning-kuningan. Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan.
b. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
c. Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, seringkali masak sebelum waktunya
d. Dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-kecil
e. Dalam keadaan kekurangan yang parah, daun menjadi kering, dimulai dari bagian bawah terus ke bagian atas
Baca juga; Toksisitas dan Defisiensi unsur hara tanaman

2. Kekurangan unsur hara Fosfor (P)
a. Terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, batang dan daun
b. Warna daun seluruhnya berubah menjadi hijau tua/keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Pada tepi daun, cabang dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning.
c. Hasil tanaman yang berupa bunga, buah dan biji merosot. Buahnya kerdil-kerdil, nampak jelek dan lekas matang
3. Kekurangan unsur hara Kalium (K)
Defisiensi/kekurangan Kalium memang agak sulit diketahui gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda.
a. Daun-daun berubah jadi mengerut alias keriting (untuk tanaman kentang akan menggulung) dan kadang-kadang mengkilap terutama pada daun tua, tetapi tidak merata. Selanjutnya sejak ujung dan tepi daun tampak menguning, warna seperti ini tampak pula di antara tulang-tulang daun pada akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor (merah coklat), sering pula bagian yang berbercak ini jatuh sehingga daun tampak bergerigi dan kemudian mati
b. Batangnya lemah dan pendek-pendek, sehingga tanaman tampak kerdil
c. Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, mutunya jelek, hasilnya rendah dan tidak tahan disimpan
d. Pada tanaman kelapa dan jeruk, buah mudah gugur
e. Bagi tanaman berumbi, hasil umbinya sangat kurang dan kadar hidrat arangnya demikian rendah
Khusus untuk tanaman padi, gejala kekurangan unsur Kalium dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Daun
Daun tanaman padi yang kekurangan Kalium akan berwarna hijau gelap dengan banyaknya bintik-bintik yang warnanya yang menyerupai karat. Bintik-bintik itu pertama-tama muncul pada bagian atas daun yang sudah tua, ujung daun dan tepi daun menjadi seperti terbakar (necrotic), berwarna coklat kemerahan atau coklat kuning. Daun-daun tua, khususnya di tengah hari akan terkulai dan daun-daun muda menggulung ke arah atas dan memperlihatkan gejala-gejala kekurangan air
b. Batang
Batang tanaman padi yang kekurangan Kalium akan tumbuh pendek dan kurus. Dan kebanyakan varietas-varietas padi yang kekurangan Kalium lebih mudah rebah
c. Akar
Pertumbuhan akar biasanya sangat terbatas, ujung akar akan tumbuh kurus dan pendek, dan akar selalu cenderung berwarna gelam dan hitam. Akar-akar cabang dan akar rambat sangat kurus dan selalu memperlihatkan gejala pembusukan akar.
d. Bulir dan Malai
Pertumbuhannya akan pendek dan umumnya mempunyai persentase kehampaan buah yang tinggi. Sedang jumlah bulir yang berisi untuk setiap helainya akan rendah, bulir-bulir padi akan berukuran kecil dan tidak teratur bentuknya, mutu dan berat 1.000 bulir akan berkurang, persentase bulir-bulir yang tidak berkembang dan tidak dewasa bertambah.
4. Kekurangan unsur hara Kalsium (Ca)
a. Daun-daun muda selain berkeriput mengalami perubahan warna, pada ujung dan tepi-tepinya klorosis (berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar di antara tulang-tulang daun, jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati
b. Kuncup-kuncup muda yang telah tumbuh akan mati
c. Pertumbuhan sistem perakarannya terhambat, kurang sempurna malah sering salah bentuk
d. Pertumbuhan tanaman demikian lemah dan menderita
5. Kekurangan unsur hara Magnesium (Mg)
a. Daun-daun tua mengalami klorosis (berubah menjadi kuning) dan tampak di antara tulang-tulang daun, sedang tulang-tulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau. Bagian di antara tulang-tulang daun itu secara teratur berubah menjadi kuning dengan bercak-bercak merah kecoklatan
b. Daun-daun mudah terbakar oleh teriknya sinar matahari karena tidak mempunyai lapisan lilin, karena itu banyak yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman dan mengkerut
c. Pada tanaman biji-bijian, daya tumbuh biji kurang/lemah, malah kalau toh ia tetap tumbuh maka ia akan nampak lemah sekali.
6. Kekurangan unsur hara Belerang (S)
a. Daun-daun muda mengalami klorosis (berubah menjadi kuning), perubahan warna umumnya terjadi pada seluruh daun muda, kadang mengkilap keputih-putihan dan kadang-kadang perubahannya tidak merata tetapi berlangsung pada bagian daun selengkapnya
b. Perubahan warna daun dapat pula menjadi kuning sama sekali, sehingga tanaman tampak berdaun kuning dan hijau, seperti misalnya gejala-gejala yang tampak pada daun tanaman teh di beberapa tempat di Kenya yang terkenal dengan sebutan”Tea Yellow” atau”Yellow Disease”
c. Tanaman tumbuh terlambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus, batang tanaman berserat, berkayu dan berdiameter kecil
d. Pada tanaman tebu yang menyebabkan rendemen gula rendah
e. Jumlah anakan terbatas.
7. Kekurangan unsur hara Besi (Fe)
Defisiensi (kekurangan) zat besi sesungguhnya jarang terjadi. Terjadinya gejala-gejala pada bagian tanaman (terutama daun) kemudian dinyatakan sebagai kekurangan tersedianya za
t besi adalah karena tidak seimbang tersedianya zat Fe dengan zat kapur (Ca) pada tanah yang berlebihan kapur dan yang bersifat alkalis. Jadi masalah ini merupakan masalah pada daerah-daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur.
a. Gejala-gejala yang tampak pada daun muda, mula-mula secara setempat-setempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuning-kuningan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati
b. Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis, yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi kuning dan ada pula yang menjadi putih
c. Gejala selanjutnya yang lebih hebat terjadi pada musim kemarau, daun-daun muda banyak yang menjadi kering dan berjatuhan
d. Pertumbuhan tanaman seolah terhenti akibatnya daun berguguran dan akhirnya mati mulai dari pucuk.
8. Kekurangan unsur hara Mangan (Mn)
Gejala kekurangan Mangan (Mn) hampir sama dengan gejala kekurangan Besi (Fe) pada tanaman, yaitu:
a. Pada daun-daun muda di antara tulang-tulang dan secara setempat-setempat terjadi klorosis dari warna hijau menjadi warna kuning yang selanjutnya menjadi putih
b. Tulang-tulang daunnya tetap berwarna hijau, ada yang sampai kebagian sisi-sisi dari tulang
c. Jaringan-jaringan pada bagian daun yang klorosis mati sehingga praktis bagian-bagian tersebut mati, mengering, ada kalanya yang terus mengeriput dan ada pula yang jatuh sehingga daun tampak menggerigi
d. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, terutama pada tanaman sayuran tomat, seledri, kentang dan lain-lain, begitu juga pada tanaman jeruk, tembakau dan kedelai
e. Pada tanaman gandum, bagian tengah helai daun berwarna coklat, kemudian patah
f. Pembentukan biji-bijian kurang baik (jelek).
9. Kekurangan unsur hara Tembaga/Cuprum(Cu)
Kekurangan unsur hara Tembaga (Cu) acapkali ditemukan pada tanah-tanah organik yang agak asam, tanda-tandanya dapat dilihat sebagai berikut:
a. Pada bagian daun, terutama daun-daun yang masih muda tampak layu dan kemudian mati (die back), sedang ranting-rantingnya berubah warna pula menjadi coklat dan mati pula
b. Ujung daun secara tidak merata sering ditemukan layu, malah kadang-kadang klorosis, sekalipun jaringan-jaringannya tidak ada yang mati
c. Pada tanaman jeruk kekurangan unsur hara tembaga ini menyebabkan daun berwarna hijau gelap dan berukuran besar, ranting berwarna coklat dan mati, buah kecil dan berwarna coklat
d. Pada bagian buah, buah-buahan tanaman pada umumnya kecil-kecil warna coklat dan bagian dalamnya didapatkan sejenis perekat (gum).
10. Kekurangan unsur hara Seng/Zincum (Zn)
a. Terjadi penyimpangan pertumbuhan pada bagian daun-daun yang tua, yaitu:
* Bentuknya lebih kecil dan sempit daripada bentuk umumnya
* Klorosis terjadi di antara tulang-tulang daun
* Daun mati sebelum waktunya, kemudian berguguran dimulai dari daun-daun yang ada di bagian bawah menuju ke puncak
b. Pada padi sawah gejala terlihat 2 – 4 minggu setelah tanam, yaitu adanya pemutihan di bagian tengah daun. Kekurangan yang parah menyebabkan daun tidak mau terbuka
c. Pada tanaman jagung gejala terlihat 1 – 2 minggu setelah bibit muncul di permukaan tanah, daun-daun muda menunjukkan garis-garis kuning dan terus menguning sampai ke dasar daun, sedang tepi daun tetap hijau
d. Pada kacang tanah gejala terlihat setelah tanaman berumur 1 bulan, mula-mula jaringan di antara urat-urat dan nampak menguning dan akhirnya hanya pada urat-urat daun saja akan tetap hijau. Tanaman kerdil dan polong sedikit.
11. Kekurangan unsur hara Molibden (Mo)
a. Secara umum daun-daun mengalami perubahan, kadang-kadang mengalami pengkerutan terlebih dahulu sebelum mengering dan mati. Mati pucuk (die back) biasa pula terjadi pada tanaman yang kekurangan unsur hara Mo
b. Pertumbuhan tanaman tidak normal, terutama pada tanaman sayuran. Daun keriput dan mengering.
12. Kekurangan unsur hara Borium (Bo)
Walaupun unsur hara Bo hanya sedikit saja yang diperlukan tanaman bagi pertumbuhannya, tetapi kalau unsur ini tidak tersedia bagi tanaman gejalanya cukup serius.
a. Daun-daun yang masih muda terjadi klorosis, secara setempat-setempat pada permukaan daun bawah yang selanjutnya menjalar kebagian tepi-tepinya. Jaringan daun mati
b. Daun yang baru muncul tumbuh kerdil, kuncup-kuncup mati dan berwarna kehitaman atau coklat
c. Dapat menimbulkan penyakir fisiologis, khususnya pada tanaman sayuran, tembakau dan apel. Malah pada jagung bisa menimbulkan tongkol tanpa biji sama sekali
d. Pada umbi-umbian pertumbuhannya kerdil, terdapat bercak-bercak atau lubang berwarna hitam pada umbi
e. Pada tanaman bayam dan selada pucuk tanaman tumbuh tidak sempurna dan berwarna hitam
d. Tangkai daun seledri membentuk celah-celah dan garis-garis tak teratur berwarna coklat. Anak-anak daun seledri berbercak-bercak coklat.
13. Kekurangan unsur hara Klorida (Cl)
a. Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama pada tanaman sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga
b. Kadang-kadang pertumbuhan tanaman tomat, gandum dan kapas menunjukkan gejala seperti di atas.

Fungsi unsur-unsur hara terhadap pertumbuhan tanaman

Pada postingan sebelumnya tentang unsur hara yang dibutuhkan tanaman, telah dijelaskan klasifikasi unsur hara tanaman. dijelaskan pula tentang sumber unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. kali ini kita akan mendiskusikan tentang peranan unsur hara tersebut terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Adapun peranan unsur-unsur hara tersebut dalam pertumbuhan tanaman dapat diuraikan secara ringkas seperti dibawah ini.
Nitrogen, peranannya adalah :
·          Merangsang pertumbuhan vegetatif yaitu menambah tinggi tanaman dan merangsang tumbuhnya anakan,
·          Membuat tanaman menjadi lebih hijau karena banyak mengandung butir-butir hijau daun yang penting dalam fotosintesa.
·          Merupakan bahan penyusun khlorofil daun, proteina, dan lemak. Tetapi bila diberikan N terlalu banyak ke dalam tanah dapat menhambat pembungaan dan pembuahan.
Fosfor, peranannya adalah :
·          Memacu pertumbuhan akar dan pembentukan system perakaran yang baik dari benih dan tanaman muda,
·          Mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah,
·          Memperbesar persentase pembentukan bunga menjadi buah atau biji.
·          Sebagai bahan penyusun inti sel, lemak dan proteina.
Kalium, peranannya adalah :
·          Memperlancar fotosintesa,
·          Membantu pembentukan proteina dan karbohidrat,
·          Sebagai katalisator dalam transformasi tepung, gula dan lemak tanaman,
·          Mengeraskan jerami dan bagian kayu dari tanaman,
·          Meninggikan kualitas hasil yang berupa bunga dan buah (rasa dan warnanya),
·          Meningkatkan resistensi tanaman terhadap gangguan hama, penyakit dan kekeringan,
·          Pada tanaman, unsur K terkumpul pada titik tumbuh dan berperan mempercepat pertumbuhan jaringan meristimatik.
Magnesium, peranannya adalah :
·          Merupakan bahan penyusun khlorofil,
·          Mengaktifkan enzim yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat,
·          Dapat menaikkan kadar minyak pada berbagai tanaman penghasil minyak.
Kalsium, peranannya adalah :
·          Merangsang pembentukan bulu-bulu akar,
·          Mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman,
·          Merangsang pembentukan biji-bijian.
Belerang, peranannya adalah :
·          Sebagai penyusun utama ion sulfat,
·          Menambah kandungan protein dan vitamin,
·          Membantu pembentukan bintil-bintil akar pada tanaman kacangan (leguminosae),
·          Membantu pembentukan butir-butir hijau daun sehingga warna daun menjadi lebih hijau.
Chlor, peranannya adalah :
·          Meninggikan kuantitas dan kualitas tanaman, seperti kapas, gandum, kentang, kubis, wortel dan tomat. Tetapi pada tembakau berakibat menurunkan kualitas, yaitu menjadi rendahnya daya baker.
Besi, peranannya adalah :
·          Terutama sangat penting pada pembentukan khlorofil.
Mangan, peranannya adalah :
·          Penting dalam menyusun khlorofil,
·          Membantu proses fotosintesa,
·          Merangsang perkecambahan biji,
·          Merangsang pemasakan buah.
Tembaga dan Seng, peranannya adalah :
·          Penting dalam pengaturan system enzim tanaman dan dalam pembentukan khlorofil. Kedua unsur hara ini sanagat diperlukan pada tanah alkalis dan tanah organic.
Borium, peranannya adalah :
·          Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil sayur-sayuran dan buah-buahan,
·          Penting dalam usaha peningkatan produksi biji-bijian tanaman leguminosae,
·          Sangat diperlukan pada tanah-tanah organic.
Molibdenium, peranannya adalah :
·          Penting dalam proses fiksasi N,
·          Sangat penting untuk tanaman leguminosae, jeruk, dan sayur-sayuran.

Sumber Unsur Hara Tanaman

Unsur-unsur hara tanaman yang diambil dari dalam tanah umumnya berasal dari senyawa-senyawa yang ada didalam tanah, baik senyawa anorganik maupun organic. Sumber-sumber unsur hara dapat disebutkan sebagai berikut:
 Nitrogen (N): Sumber N adalah bahan organic sisa tumbuhan dan hewan,  serta hasil fiksasi N bebas dari udara oleh bakteri-bakteri Rhizobium yang terdapat dalam bintil akar tanaman kacang-kacangan (leguminosae). N diambil oleh tanaman dalam bentuk ion NH4+  atau NO3-
Phospfor (P): Sumber P dalam tanah adalah bahan organic dan mineral (batuan) fosfat, seperti apatit dan kalsium-fosfat (Ca3 (PO4)2). Batuan fosfat yang menjadi sumber posfat alam di Indonesia terdapat di pulau Jawa, dan dibedakan sebagai fosfat gua, fosfat sinter dan fosfat pulau karang. Christmas Island di Samudra Hindia adalah penghasil fosfat alam terbesar di dunia. P diambil oleh tanaman dalam bentuk ion HPO42- atau H2PO4-
Kalium (K): Sumber K dalam tanah adalah mineral ortoklas (K AlSi3O8), leucit (K Al (Si O3)2), muskovit (KH2 Al3 (SiO4)3) dan biotit (HK)2(MgFe)2(AlFe)2 Si4O12. K diambil oleh tanaman dalam bentuk ion K+.
Kalsium (Ca):  Sumber Ca dalam tanah adalah mineral augit, hiperstin, hornblende dan kalsit (CaCO3). Kalsium diambil oleh tanaman dalam bentuk ion Ca2+.
Magnesium (Mg): Sumber Mg dalam tanah adalah mineral-mineral amfibol (Ca (Mg Fe)2 Si4O12), biotit, chlorit dan dolomit (CaCO3 MgCO3). Magnesium diambil oleh tanaman dalam bentuk ion Mg2+.
Belerang (S): Sumber S dalam tanah adalah mineral gips (CaSO4), barit (BaSO4) dan pirit (FeS2). Belerang diambil oleh tanaman dalam bentuk ion SO42-.
Chlor (Cl): Sumber Cl dalam tanah terutama mineral halit (NaCl) dan silvit (KCl). Chlor diambil oleh tanaman dalam bentuk Cl-
Besi (Fe): Sumber Fe dalam tanah adalah mineral hematite (Fe2O3), magnetit dan limonit. Fe diambil oleh tanaman dalam bentuk ion Fe2+
Mangan (Mn)  : Sumber Mn dalam tanah adalah mineral pirolusit (MnO2) dan  manganit (MnO(OH)) serta braunit (MnSiO2). Mn diambil oleh tanaman dalam bentuk ion Mn2+
Tembaga (Cu) dan Seng (Zn)  : Sumber Cu dan Zn dalam tanah terutama adalah mineral-mineral sekunder. Cu diambil oleh tanaman dalam bentuk Cu2+ dan Zn dalam bentuk Zn2+
Borium (B) : Sumber B dalam tanah diantaranya mineral termalin dan borat. B diambil oleh tanaman dalam bentuk BO32-, HBO32-, H2BO3- dan B4O72-.
Molibdenium (Mo): Sumber Mo dalam tanah adalah batuan granit. Mo diambil oleh tanaman dalam bentuk ion molibdat (M0O42-).
Dari unsur hara tersebut jika dikerucutkan maka unsur-unsur hara yang ada dalam tanah berasal dari empat sumber yang melakukan dua fungsi yaitu : sebagai gudang unsur hara dan membuatnya tersedia bagi tanaman.  Empat sumber tersebut adalah :
1.Mineral tanah.  Mineral tanah merupakan sumber utama bagi semua  unsur hara tanah kecuali Nitrogen.  Mineral tanah adalah gudang penyimpan unsur hara jangka panjang.  Pelapukan membebaskan unsur hara secara perlahan-lahan, kemudian melarutkan mineral menjadi ion-ion.
2.Bahan Organik.  Bahan organik menyediakan sejumlah besar unsur seperti Nitrogen dan unsur hara bukan ion yang tercantum dalam Tabel 1.1.  Bahan organik adalah bentuk penyimpanan intermediate, ketika unsur-unsur dilepaskan bagi tanaman melalui pembusukan (dekomposisi).  Beberapa unsur hara dalam bahan organik segar dilepaskan secara cepat, dan pada saat dalam bentuk humus dilepaskan dengan lambat.
3.Unsur hara teradsorpsi.  Unsur hara ini diikat di dalam tanah karena ditarik oleh mineral liat dan humus.  Adsorpsi terjadi karena partikel liat dan humus bermuatan listrik negatif.  Adsorpsi unsur hara diikat dengan kuat oleh partikel, tetapi dapat tersedia bagi tanaman setelah terjadi pertukaran ion,
4.Ion-ion terlarut.  Ion-ion terlarut merupakan unsur hara yang relatif paling banyak tersedia.  Campuran ion-ion dan air tanah disebut sebagai larutan tanah (Soil Solution).  Tanah menjerap ion-ion secara langsung dari larutan tanah.  Dimana unsur hara ini dapat secara cepat digunakan oleh tanaman atau tercuci oleh air perkolasi.



Unsur Hara Tanaman

Unsur hara atau nutrien  adalah unsur atau senyawa kimia yang digunakan untuk metabolisme atau fisiologi organisme. Nutrien biasanya dikategorikan menjadi nutrien yang menyediakan energi dan yang digunakan sebagai komponen untuk tubuh atau struktur sel. Suatu nutrien disebut esensial bagi organisme jika zat tersebut tidak dapat disintesis oleh organisme dan harus dipenuhi dari sumber makanan.
Tumbuhan, seperti halnya makhluk hidup lainnya memerlukan nutrisi yang cukup memadai dan seimbang agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Unsur hara sangat dibutuhkan untuk menjaga ketersedian makanan bagi tanaman. Unsur hara yang sangat penting bagi tanaman disebut sebagai unsur hara esensial. Unsur Hara Esensial yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar disebut sebagai Unsur Hara Makro, sedangkan yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut sebagai Unsur Hara Mikro
Secara garis besar, tanaman atau tumbuhan memerlukan 2 (dua) jenis unsur hara untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.  Dua jenis unsur hara tersebut disebut Unsur Hara Makro dan Unsur Hara Mikro. Berikut adalah kedua jenis unsur hara tersebut berikut gejala-gejala yang biasa timbul, baik apabila kekurangan atau kelebihan unsur tersebut;
A. UNSUR HARA MAKRO 
adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif besar. beberapa unsur hara ini diantaranya : Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S). Unsur hara esensial yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak (Makro) antara lain :
  1. Unsur hara makro primer : Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K)
  2. Unsur hara makro skunder : Sulfur (S), Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).
B. UNSUR HARA MIKRO 
adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif kecil, bila berlebihan menjadi racun. Unsur hara ini diantaranya : Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Molibdenum (Mo), Tembaga/cuprum (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl), Natrium (Na), Cobalt (Co), Silicon (Si), Nikel (Ni).

Ketiga belas unsur hara yang tersebut diatas diambil tanaman dari dalam tanah. Sedangkan tiga unsur hara lainnya yaitu C (Karbon), H (Hidrogen) dan O (oksigen) diambil dari udara dalam bentuk CO2 dan dari dalam tanah dalam bentuk H2O (Air)

Jumat, 11 Juli 2014

Bioteknologi dan Aplikasinya di Bidang Pertanian


Bioteknologi sebagai suatu ilmu yang bukan sesuatu yang baru mengkaji pemanfaatan organisme maupun produk dari organisme. Ilmu ini telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Mulai dari teknologi Mesir kuno dalam pembuatan bir dari anggur hingga pembuatan roti dan keju.

Menurut Amien bahwa spektrum bioteknologi merentang dari produksi makanan yang difermentasikan dan bahan-bahan kimia seperti antibiotik, enzim, etariol, cuka, asam sitrat dan vitamin B12 sampai dengan pengembangan sel, pengelolaan limbah air dan banyak aktivitas lain seperti produksi energi, penemuan kembali minyak dan fiksasi nitrogen.

Hal itu menunjukkan bahwa aplikasi bioteknologi mempunyai kajian yang sangat luas. Dengan aplikasi yang luas diharapakan dapat menjadi suatu solusi dalam pemecahan problematika yang tidak dapat diselesaikan dengan metode konvensional.
Dalam bidang pertanian, aplikasi bioteknologi sangat luas mulai dari sistem pengolahan lahan, .......................... untuk selengkapnya klik link dibawah ini




terima kasih

***********************+__+***********************
o_o

Senin, 18 Februari 2013

PENGARUH PAKET PEMUPUKAN SERTA FREKUENSI APLIKASI PUPUK ANORGANIK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI

untuk postingan ini. adalah jurnal dari kawan Nurfajrin Akbar, SP. sudah diizinkan untuk diposting. 



Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paket dan frekuensi pemupukan N yang memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada tanaman padi yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar yang berlangsung dari Maret hingga Oktober 2012. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama dilaksanakan dalam bentuk factorial dua faktor menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yaitu dengan factor  I adalah varietas padi (V) dan faktor II adalah paket pemupukan anorganik + mikroba penambat N non-simbiotik (n), Penelitian tahap kedua merupakan hasil pengujian varietas padi yang memberikan respon terbaik pada penelitian tahap pertama pada berbagai interval pemberian mikroba penambat N. Faktor I adalah lima perlakuan terbaik paket pemupukan N pada varietas yang memberikan respon terbaik pada penelitian tahap pertama (P) yaitu hasil terbaik satu (p1), hasil terbaik dua (p2), hasil terbaik tiga (p3), hasil terbaik empat (p4), hasil terbaik lima (p5). Faktor II  adalah frekuensi pemberian mikroba penambat N non-simbiotik (F) yaitu pemberian satu kali (f1),pemberian dua kali (f2) dan pemberian tiga kali (f3).  Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah, kepadatan malai, gabah kering panen, bobot 1000 biji. Hasil penelitian menunjukkan .......

untuk selengkapnya lihat di JURNAL FAJRIN


semoga bermanfaat.....!!1

 

Effect of Entres Immersion in Corn and Water Spinach Extraction on Growth of Cocoa Grafting (Theobroma cacao L.) [ABSTRACT]

Muhammad Iqbal (G111 08 002) Effect of Entres Immersion in Corn and Water Spinach Extraction on Growth of  Cocoa Grafting (Theobroma cacao L.). (Supervised by Ambo Ala and Dahliana Dahlan).

This experiment was conducted at the Screen House Faculty of Agriculture, Hasanuddin University, Makassar on January to April 2012. This study aims to determine the growth of the cocoa grafting with spinach and corn extracts treated as a substitute synthetic hormones. This study was conducted in the form of draft factorial in groups of two factors: the first factor in the form of water spinach extract comprising: without water spinach extract, water spinach extract 25%,

For more completely look at 
  


Keywords: cocoa, grafting, water spinach extract, corn extract, phytohormone

Pengaruh Perendaman Entris dalam Ekstrak Jagung dan Kangkung terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao. L). [ABSTRAK]

Sedikit review tentang abstrak skripsi. maaf agak telat

MUHAMMAD IQBAL (G111 08 002). Pengaruh Perendaman Entris dalam Ekstrak Jagung dan Kangkung terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao. L). (Dibimbing oleh Ambo Ala dan Dahliana Dahlan).

Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Program Studi Agroteknologi Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Hasanuddin, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, berlangsung dari bulan Januari-April 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan sambung pucuk tanaman kakao dengan perlakuan ekstrak kangkung dan jagung sebagai substitusi hormon sintetik. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk rancangan fakorial dalam kelompok yang terdiri dari dua faktor, yaitu: faktor pertama berupa ekstrak kangkung yang terdiri atas: tanpa ekstrak kangkung, ekstrak kangkung 25%,



untuk selengkapnya lihat di Link ini
JURNAL

Kata kunci: kakao, sambung pucuk, ekstrak kangkung, ekstrak jagung, fitohormon.




***********************+__+***********************

Senin, 03 Desember 2012

Pengaruh Perendaman Entris dalam Ekstrak Jagung dan Kangkung terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao L.)

Ya, Ini adalah judul skripsi yang aku ( dengan bangga bede-katanya) pertanggung jawabkan di hadapan pembimbing ( Prof. Ambo dan Prof Dahlia) dan Penguji ( Prof. Yunus, Ir. Amin Ishak dan Dr. Riadi) serta panitia (Prof. Kai dan Dr. Hernusye ). penelitiannya dimulai dari Januari sampai April 2012 yang lalu. dan baru bisa dipresentasikan di tanggal 28 November 2012 kemarin. alhamdulillah sudah memasuki tahap asistensi untuk penjilidan. amiiiiiin


mau lihat......? check it out!
***********************+__+***********************

Kamis, 05 Juli 2012

Toksisitas dan Defisiensi Hara

Tanaman dapat tumbuh dengan baik jika tanah menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang besar disebut unsur hara makro, sebaliknya unsur hara mikro yakni unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Kekurangan unsur hara makro dan mikro tertentu dapat menimbulkan gejala khusus, seperti kekurangan nitrogen menyebabkan daun tanaman menjadi kuning dan pertumbuhan vegetatif tanaman terhambat. Namun demikian, unsur hara dapat juga menimbulkan gejala keracunan pada tanaman seperti kelebihan unsur nitrogen menyebabkan tanaman menjadi terbakar dan akhimya tanaman menjadi mati.

Baca juga; Toksisitas unsur hara tanaman

Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui pada dosis berapa unsur hara makro dan mikro bersifat toksik dan defisien terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Percobaan dilaksanakan pada Rumah Kaca Jurusan Budidaya Pertanian Faku
ltas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin. Percobaan ini dilaksanakan pada minggu IV rangkaian praktikum MK Nutrisi Tanama

Bahan yang digunakan adalah benih tanaman kacang-kacangan (tanaman yang berbeda untuk setiap kelompok), pupuk kandang (organik), unsur hara makro (pupuk anorganik), unsur hara mikro (pupuk daun), tanah, polybag, dan label. Alat yang digunakan adalah cangkul, parang, alat menyiram, dan timbangan.

Baca juga; Defisiensi unsur hara tanaman

Parameter yang diamati dalam percobaan ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, gejala toksisitas dan defisiensi, berat akar, berat kering tanaman, dan jumlah polong per tanaman.

untuk pelaksanaan dan perlakuan, mohon maaf tidak bisa di share disini...


Dari bahan praktikum mata kuliah Nutrisi tanaman fakultas Pertanian Unhas 



***********************+__+***********************

Sensitivitas Tanaman terhadap NaCl

Sebenarnya ini adalah salah satu bab praktikum mata kuliah Nutrisi Tanaman, nah untuk share kepada sahabat blogger menambah koleksi informasi khususnya tentang Pertanian

Latar Belakang

Garam apabila dimasukkan ke dalam tanah dan garam tersebut kemudian larut dalam cairan tanah maka pada umumnya akan menyebabkan kontak dengan tanah melalui pertukaran kation. Terdapat dua bentuk pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya kadar garam yang tinggi bagi pertumbuhan tanaman yaitu pengaruh khusus akibat adanya ion-ion tertentu dalam jumlah lebih yang berbahaya bagi tanaman dan pengaruh umum akibat meningkatnya tekanan osmotik pada larutan dan sekitar perakaran tanaman. Masalah salinitas di lapangan dapat disebabkan oleh garam atau kombinasi beberapa garam sepertl NaCl, Na2SO4, KCl, MgCI2, dan CaCl2. Namun, kebanyakan yang digunakan untuk pengujian adalah NaCl.

Tujuan Percobaan


Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui berapa besar pengaruh kadar garam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.

METODE PERCOBAAN

Tempat dan Waktu

Percobaan dilaksanakan pada Rumah Kaca Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin. Percobaan ini dilaksanakan pada minggu XI rangkaian praktikum MK Nutrisi Tanaman.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan adalah benih tanaman sayur-sayuran, polybag tanpa lubang, tanah, pupuk kandang, NaCl, dan label. Alat yang digunakan adalah cangkul, parang, alat menyiram, meteran, dan timbangan.

Perlakuan dan Pelaksanaan*** mohon maaf tidak dicantumkan disini

contact disini


Parameter yang diamati dalam percobaan ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, gejala morfologis, berat kering akar, dan jumlah polong per tanaman, serta panjang akar.

Tugas Pendahuluan1.    Mengapa pada tanah yang bersalinitas tinggi menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat.
2.    Bagaimanakah hubungan tingkat salinitas dengan sistem perakaran tanaman. Jelaskan.
3.    Tanaman yang tumbuh pada tanah salin dihadapkan pada tiga macam cekaman, sebutkan.
4.    Jelaskan hubungan antara cekaman salinitas dengan cekaman air.
5.    Berikan gambaran mengapa penting dilakukan penelitian tentang salinitas.


Back up file: Bahan Praktikum Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian Unhas


***********************+__+***********************

Daftar Isi

Sabtu, 30 Juni 2012

Kearifan Lokal Paling Indonesia; Tameng adaptif perkembangan zaman

Saya pernah bertemu dengan salah satu tourist dari Spain ketika masih di SMA, 5 tahun silam. Moment tersebut aku alami saat mengikuti les Bahasa Inggris serta praktek meeting setiap minggu sore di Resting Gunung Nona. Saya melihat tourist itu menikmati secangkir kopi sambil menikmati indahnya panorama Gunung Nona- orang lokal menyebutnya Buttu Kabobong.  Saya bertanya kenapa ia memilih Indonesia sebagai tujuan wisatanya dan dari mana menemukan informasi tentang Indonesia.

Alangkah terharunya saat dia mengatakan tertarik mengunjungi Indonesia karena mempunyai pesona alam dan budaya yang Indah. Dia melanjutkan ceritanya bahwa Indonesia adalah negara yang unik dengan segudang panorama alam yang menakjubkan dan menyebutkan beberapa tempat yang telah dikunjunginya seperti Taman Laut Bunaken, Toraja dan Bali. Tempat-tempat tersebut diketahuinya dari internet. Lebih terharunya lagi ketika ia mengatakan telah mengunjungi indonesia sebanyak 4 kali dan bertanya dengan lafaz bahasa Indonesia yang kaku “Siapa nama kamu?” meskipun hanya kalimat itu dan “ Selamat sore” yang bisa dia mengerti.

Perasaan kagum padanya muncul. Sungguh ada orang asing yang telah berkunjung ke beberapa lokasi di negeri ini dan menyapa dalam bahasa indonesia. sedangkan saya, bahkan Bunaken saja pada saat itu baru saya tahu bahwa objek itu mempunyai panorama laut yang indah melalui dia. Komunikasi dengan tourist yang telah saya temui selama les bahasa inggris silam masih terjalin bahkan saya meminta mereka untuk mengunjungi kembali negeri ini. salah satunya adalah Manuel Lao dari Barcelona, Spain. Suatu kebanggaan terlahir sebagai bangsa Indonesia yang dikagumi bangsa lain.

Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita bangga dan kagum dengan bangsa sendiri? Bangsa lain saja kagum akan bangsa kita. Mungkin, Kita sering instrospeksi diri tentang kondisi bangsa ini dan membandingkan dengan bangsa lain. Mengapa bangsa lain sangat maju? Mengapa mereka mempunyai fasilitas yang lebih modern? Mengapa saya terlahir di bangsa ini? Sebuah refleksi kecil bagi kita menuntun ke mindset paling Indonesia.

Paling Indonesia dimaknai dengan jiwa heroik yakni perilaku bangga dan kagum terhadap bangsa sendiri. Bahwa mereka bisa maju dengan fasilitas yang modern dan lifestyle yang makmur karena jiwa heroik mereka. Mereka mungkin telah melaluii masa seperti kondisi kita sekarang. Bangkit dan kerja keras menuntun mereka mencapai kehidupan seperti itu. Dan ini yang sering kita tidak sadari sebagai perilaku paling Indonesia. Kerja keras dan bangga pada bangsa sendiri.

Mengapa banyak bangsa asing yang tertarik datang ke indonesia bahkan kedatangan mereka sudah dimulai sebelum kita merdeka. Karena mereka kagum pada negara ini yang mempunyai kekayaan beranekaragam dan budaya yang sangat menarik. Sejumlah potensi dengan khas paling indonesia seperti lansekap alam yang memukau dari Sabang sampai Merauke. Suatu karakter yang paling Indonesia dengan segudang sumber daya melimpah yang masih banyak belum terjamah. Meskipun demikian, selama jangka waktu yang lama mereka mengeruk sumber daya kita. Kita tetap bersyukur, karena dengan mereka kita bisa mengenal komoditi utama perdagangan internasional. Sebagai contoh, kopi yang diperkenalkan pada masa penjajahan di abad 17. Hingga kini komoditi ini menjadi ciri khas paling indonesia. Menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia dengan cita rasa yang khas, Paling Indonesia.

Sebagai negara agraris dengan sejumlah produksi yang disegani di dunia Internasional. Mungkin kita baru sadar kalau selama ini biji kakao yang kita ekspor, konon hanya tiga biji saja yang diolah menjadi sebatang gery chocolatos. Corak yang paling Indonesia, sebagai penghasil Kakao terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana, Selain itu, Bahkan di China ada sebuah warung kopi dengan beberapa barista yang menyuguhkan kopi Indonesia. Toko barista tersebut pun diberi nama dengan Toraja Coffee. Salah satu produsen kopi terbaik di dunia dan prestasi yang paling Indonesia lagi sebagai corak agraris adalah penghasil Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia mengalahkan Malaysia.

Kearifan Lokal paling Indonesia

Khasanah ke-Bhinnekaan sebagai karakteristik sangat berharga yang dimiliki bangsa ini. Ragam pesona budaya yang tersebar dari Sumatera hingga Papua, dari beraneka suku, agama, ras yang mendiami beribu pulau dipersatukan oleh perairan, bahasa dan perasaan senasib sebagai bangsa Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda tetapi tetap satu dengan diversifikasi kearifan lokal yang besar. sebuah karakteristik paling Indonesia.

Budaya Gotong Royong adalah kearifan lokal yang paling Indonesia. budaya ini adalah ciri khas utama bangsa ini melekat di hampir semua elemen bangsa indonesia. Manifestasinya terjabarkan dalam acara-acara yang akan dilaksanakan oleh masyarakat. Misalnya dalam acara pernikahan, pembangunan fasilitas umum seperti tempat ibadah, jalan ataupun gotong royong di sawah. Bahkan kata ini sudah terejahwantahkan dalam prinsip masyarakat Tana Toraja “ Mesa’ Kada di Potuo, Pantan Kada di Pomate”. diterapkan dalam upacara Rambu Solo' ataupun Rambu Tuka' dan prinsip ini menjadi koleksi kekayaan budaya paling Indonesia.

Kearifan lokal lain yang menjadi karakteristik paling Indonesia adalah Musyawarah Mufakat. Budaya ini adalah budaya klasik yang sudah sangat lama diterapkan oleh bangsa ini. bahkan sejak zaman kerajaan di nusantara, musyawarah mufakat digunakan oleh Raja Goa Tallo dengan beberapa pabbicara buta (penasehat) kerajaan untuk menetapkan keputusan kerajaan misalnya jadwal tanam padi. Musyawarah mufakat ini dalam budaya orang Sulawesi disebut pula dengan Tudang sipulung. Dalam perkembangannya digunakan sampai kepada penyelesaian masalah yang krusial dan penentuan keputusan yang strategis untuk diimplementasikan.

Rasa Malu dan saling menghormati adalah kearifan lokal sangat mahal yang dimiliki bangsa ini. Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang mudah dengan menundukkan badan sambil menjulurkan tangan kebawah ketika melewati kerumunan orang dan malu untuk melakukan kesalahan adalah cerminan karakteristik paling Indonesia. Yang dalam bahasa orang Sulawesi menyebutnya budaya Tabe’ dan budaya siri’.

Akan tetapi kearifan-kearifan lokal tersebut perlahan mengalami pergeseran bahkan terkikis seirama pesatnya perkembangan teknologi dan komunikasi. Bahkan untuk acara penguburan keluarga saja gotong royong sirna dengan membayar orang lain. Padahal dulu ketika ada yang meninggal semua berbondong untuk menguburkan keluarga. Dulu untuk mengolah sawah dilakukan dengan menggunakan tenaga hewan secara Gotong royong , namun dengan teknologi yang semakin maju, budaya kita terasimilasi dengan jiwa individualisme dan salah satu efeknya adalah terjadinya impor daging sapi karena sapi tergantikan total dengan mesin dan polusi lahan pertanian yang berefek pada munculnya beberapa spesies hama dan penyakit tanaman.

Budaya Musyawarah mufakat perlahan luntur dengan ego individualis seirama perkembangan zaman. Budaya Tabe' dan Siri' mulai pudar, bahkan yang kita sering temukan seorang anak menggertak orang tua, atau bahkan melecehkan orang tua sendiri. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme semakin tak terbendung bahkan dalam menyelesaikannya semakin berbelit-belit karena budaya Tabe' dan Siri' untuk bermaksiat semakin pudar. Dan seharusnya yang terjadi dengan perkembangan teknologi tersebut adalah jiwa sosial semakin erat karena efektivitas dan efisiensi kerja semakin tinggi. budaya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme akan hilang karena siapa yang melakukannya akan terekam dalam kamera teknologi yang semakin modern. Budaya Musyawarah mufakat semakin terjalin karena meskipun tidak sempat hadir dilokasi musyawarah, kita tetap bisa melangsungkan jalannya musyawarah dengan teknologi 3G misalnya. Entah sistem kita yang bermasalah dan kontra dengan perkembangan zaman ataukah kita yang belum mampu menghadapinya?


Anugerah terindah paling Indonesia

Ditengah lahan sumber daya melimpah ini, yang oleh mantan presiden Gus Dur mangatakan bahwa hanya dengan sumber daya perairan saja sudah cukup untuk memberi makan bangsa ini, seharusnya mengantarkan kita kepada kemandirian bangsa. Dengan berbekal kearifan lokal yang kuat, kita mampu mengolah kekayaan bangsa ini. namun, yang terjadi justru kontradiktif. Bayangkan sebuah negara dengan luas perairan lebih besar daripada daratan, terkadang kita menghadapi krisis air bersih dan banjir di musim hujan, apa lagi di musim kemarau krisis air semakin besar. sedangkan di negara lain dengan luas daratan yang lebih kecil bahkan ketinggian dibawah permukaan laut, mampu melakukan ekspor tanaman. sebutlah Belanda, dengan ekspor tanaman tulipnya. Lansekap alam yang asri nan hijau justru membawa petaka bagi bangsa ini dengan tanah longsor ataupun bencana alam lainnya.

Jika sebelumnya populasi flora dan fauna paling Indonesia sangat beragam. Hingga kita menyandang sebagai negara dengan plasma nutfah terkaya didunia. Namun biodiversity tersebut perlahan terkikis seirama perkembangan zaman. Sebelumnya kita adalah eksportir daging sapi, akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan bangsa saat ini harus impor dari Australia. Kemanakah sirnanya semua itu?

Tameng Adaptif Perkembangan Zaman

“Itulah Indonesia!” sebuah ekspresi ketika kita melihat fenomena penyelasaian masalah yang berbelit-belit dan tak berujung di bangsa ini, ataukah ekspresi dengan fenomena demonstrasi ricuh yang anarkis dan mengganggu ketertiban. Sebuah mindset keliru yang harus kita ubah dengan retoris “itukah Indonesia?”. Apalagi menghadapai roda perjalanan zaman yang semakin kompleks, dibutuhkan perangkat kreatif yang tetap mencerminkan kekhasan paling Indonesia. Ditengah arus globalisasi yang semakin merajelala yang memungkinkam asimilasi dan lunturnya budaya kita. Perangkat yang dimaksud adalah tetap memupuk karakterisitik paling indonesia tersebut dan mengadaptasikan dengan tuntutan zaman. Sehingga apa yang menjadi pertanyaan menggelitik ketika kita refleksi diri tentang bangsa kita akan menambah jiwa heroik terhadap bangsa. Bahwa kita terlahir di bangsa yang telah dianugerahkan sumber daya yang kaya, terlahir dengan anugerah beragam kearifan lokal paling Indonesia.

Mengikuti perkembangan zaman diibaratkan dengan Gasing yang sedang berputar. Gasing tersebut dapat berputar karena mempunyai satu titik sebagai acuan berputar kesembarang arah. Titik acuan pada gasing tersebut kita analogikan dengan kearifan lokal sebagai suatu karakteristik superior yang dimiliki bangsa ini. Gasing tersebut berputar dengan baik karena memiliki titik acuan yang baik. begitu halnya dengan kearifan lokal yang kita miliki, jika fondasi kearifan lokal tersebut kuat maka arah perkembangan zaman dapat kita hadapi dengan mulus.

Hal tersebut dilakukan dengan perilaku bangga akan bangsa sendiri, menjaga dan memupuk kearifan lokal yang dimiliki sejak lama seperti Gotong Royong dan Musyawarah mufakat dalam menyelesaikan problem serta budaya Tabe' dan Siri' yang saling menghormati. Dengan demikian, Rasa puas dan eksistensi bangsa bisa diraih. Sehingga yang muncul ketika kita bertanya mengapa bangsa kita seperti ini, mengapa saya lahir dinegeri adalah perasaan sangsi dan muncul gejolak untuk berubah dan maju dengan gema kamilah bangsa indonesia.

Memupuk kearifan lokal adalah tameng yang adaptif untuk mengikuti perkembangan zaman. karakter bangsa seperti Gotong Royong, Musyawarah mufakat dan Rasa Malu dan saling menghormati yang kuat akan membawa pada kekuatan superior dalam menghadapi perkembangan zaman. Apa yang menjadi problem bangsa akan pudar dengan kearifan lokal yang kuat, karena Gotong Royong dengan menggunakan tenaga mesin semakin meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja dan persatuan bangsa, karena musyawarah mufakat ditengah teknologi 3G tetap berjalan meskipun tidak mampu bertatap muka akan tetap terjaga dan semakin kuat, karena budaya Malu dan saling menghormati yang kuat orang malu untuk bermaksiat seperti korupsi, kolusi dan nepotisme karena segala aktivitas kita dipantau oleh teknologi. Dengan kearifan lokal yang kita miliki, maka segala potensi sumber daya sebagai anugerah yang diberikan Tuhan akan terjamah dengan baik, dieksplorasi dengan mulia, bukan dengan eksploitasi besar-besar yang berefek pada ketidakseimbangan ekologi indonesia. koleksi kearifan lokal paling Indonesia sebagai tameng adaptif perkembangan zaman.

Menutup tulisan ini, saya ingin mengucapkan Selamat dan Sukses atas 17 tahun Anniversary Telkomsel. Inovasi dan komitmen paling indonesia dari telkomsel seperti pendidikan dan pemberdayaan masyarakat serta pelestarian lingkungan adalah perilaku paling Indonesia yang harus dijaga. selamat ulang tahun ke 17 telkomsel!


Kamis, 28 Juni 2012

Unsur Nitrogen

Nitrogen merupakan nutrisi (hara) yang paling cepat mengalami proses metabolisme dalam jaringan tumbuhan dan paling cepat menurun jumlahnya khusunnya pada lahan-lahan pertanian intensif. Dengan demikian maka pemupukan nitrogen pada lahan pertanian intensif sangat penting dalam upaya perbaikan produksi dan produktivitas tanaman.  Nitrogen merupakan nutrisi (hara) mineral esensil yang paling banyak dimanfaatkan dalam praktek pertanian yang diberikan dalam bentuk pupuk.  Nitrogen merupakan unsur penyusun asam amino, proten, asam nuklet, enzim  dan sebagainya.

Pengakuan pentingnya nitrogen pada tanaman ditulis pada awal tahun 1660-andan 1670-an yang menunjukkan pentingnya sendawa (potasium nitrat) bagi tanaman. Akumulasi sendawa memperbaiki kesuburan tanah  dan kualitas penyimpanan gula dalam tanaman (1,3).

Penemuan nitrogen sebagai nutrisi esensial sering diidentikkan dengan  de Saussure (1-3), dimana pada tahun 1804 nitrogen diakui merupakan unsur penting bagi tanaman, dan terutama diperoleh dari tanah. De Saussure mencatat bahwa tanaman menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat dan bahan mineral lainnya dari larutan tanah. Ilmuwan lain waktu itu percaya bahwa nitrogen dalam nutrisi tanaman berasal dari udara. Liebig (1-3) menulis pada  tahun 1840-an, pada saat ia membanta teori humus (konsep bahwa tanaman mendapatkan karbon dari humus tanah, bukan dari udara), bahwa tanaman membutuhkan air, karbon dioksida, amonia, dan abu sebagai konstituen. Liebig mendukung teori bahwa nitrogen tanaman diperoleh dari udara sebagai ammonium. Tanaman akan menyerap amonia dari udara pada konsentrasi rendah, tetapi udara mengandung sejumlah substansial amoniak yang dibutuhkan untuk nutrisi tanaman. 

Konsep nitrogen diperoleh dari udara atau dari bahan organik tanah dibanta pada pertengahan tahun 1800-an, yang ditunjukkan bahwa hasil panen meningkat sebagai hasil dari pemupukan melalui tanah. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa variasi pupuk nitrogen menghasilkan evektifitas yang berbeda dalam mendukung produksi tanaman dan penggunaan kalium nitrat sebagai pupuk sering lebih baik dari pada  garam amonium.  Studi dengan menggunakan media steril dan system budidaya hirofonik menunjukkan bahwa tanaman dapat memanfaatkan nitrat atau amonium tergantung pada spesies dan kondisi media tumbuhnya.  Pada saat ini banyak penelitian dilakukan dengan menggunakan  pupuk organik dan gas amonia dari gas batu bara yang hemat biaya.  Melaui pengembangan proses Haber (1909) untuk sintesis amonia dari gas hidrogen dan nitrogen, penggunaan amonia bisa dibuat lebih murah dan mengarah ke pengembangan industri pupuk nitrogen.


Sumber: Nutrisi tanaman, Penulis Ir. Nasaruddin, Ms- Dosen Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin

Gejala Kelebihan unsur hara tanaman (Toksisitas unsur hara tanaman)

Toksisitas adalah suatu keadaan yang menandakan adanya efek toksik/racun yang terdapat pada bahan sebagai sediaan single dose atau campuran...