Tampilkan postingan dengan label Agronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agronomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Mei 2017

Fungsi unsur-unsur hara terhadap pertumbuhan tanaman

Pada postingan sebelumnya tentang unsur hara yang dibutuhkan tanaman, telah dijelaskan klasifikasi unsur hara tanaman. dijelaskan pula tentang sumber unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. kali ini kita akan mendiskusikan tentang peranan unsur hara tersebut terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Adapun peranan unsur-unsur hara tersebut dalam pertumbuhan tanaman dapat diuraikan secara ringkas seperti dibawah ini.
Nitrogen, peranannya adalah :
·          Merangsang pertumbuhan vegetatif yaitu menambah tinggi tanaman dan merangsang tumbuhnya anakan,
·          Membuat tanaman menjadi lebih hijau karena banyak mengandung butir-butir hijau daun yang penting dalam fotosintesa.
·          Merupakan bahan penyusun khlorofil daun, proteina, dan lemak. Tetapi bila diberikan N terlalu banyak ke dalam tanah dapat menhambat pembungaan dan pembuahan.
Fosfor, peranannya adalah :
·          Memacu pertumbuhan akar dan pembentukan system perakaran yang baik dari benih dan tanaman muda,
·          Mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah,
·          Memperbesar persentase pembentukan bunga menjadi buah atau biji.
·          Sebagai bahan penyusun inti sel, lemak dan proteina.
Kalium, peranannya adalah :
·          Memperlancar fotosintesa,
·          Membantu pembentukan proteina dan karbohidrat,
·          Sebagai katalisator dalam transformasi tepung, gula dan lemak tanaman,
·          Mengeraskan jerami dan bagian kayu dari tanaman,
·          Meninggikan kualitas hasil yang berupa bunga dan buah (rasa dan warnanya),
·          Meningkatkan resistensi tanaman terhadap gangguan hama, penyakit dan kekeringan,
·          Pada tanaman, unsur K terkumpul pada titik tumbuh dan berperan mempercepat pertumbuhan jaringan meristimatik.
Magnesium, peranannya adalah :
·          Merupakan bahan penyusun khlorofil,
·          Mengaktifkan enzim yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat,
·          Dapat menaikkan kadar minyak pada berbagai tanaman penghasil minyak.
Kalsium, peranannya adalah :
·          Merangsang pembentukan bulu-bulu akar,
·          Mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman,
·          Merangsang pembentukan biji-bijian.
Belerang, peranannya adalah :
·          Sebagai penyusun utama ion sulfat,
·          Menambah kandungan protein dan vitamin,
·          Membantu pembentukan bintil-bintil akar pada tanaman kacangan (leguminosae),
·          Membantu pembentukan butir-butir hijau daun sehingga warna daun menjadi lebih hijau.
Chlor, peranannya adalah :
·          Meninggikan kuantitas dan kualitas tanaman, seperti kapas, gandum, kentang, kubis, wortel dan tomat. Tetapi pada tembakau berakibat menurunkan kualitas, yaitu menjadi rendahnya daya baker.
Besi, peranannya adalah :
·          Terutama sangat penting pada pembentukan khlorofil.
Mangan, peranannya adalah :
·          Penting dalam menyusun khlorofil,
·          Membantu proses fotosintesa,
·          Merangsang perkecambahan biji,
·          Merangsang pemasakan buah.
Tembaga dan Seng, peranannya adalah :
·          Penting dalam pengaturan system enzim tanaman dan dalam pembentukan khlorofil. Kedua unsur hara ini sanagat diperlukan pada tanah alkalis dan tanah organic.
Borium, peranannya adalah :
·          Meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil sayur-sayuran dan buah-buahan,
·          Penting dalam usaha peningkatan produksi biji-bijian tanaman leguminosae,
·          Sangat diperlukan pada tanah-tanah organic.
Molibdenium, peranannya adalah :
·          Penting dalam proses fiksasi N,
·          Sangat penting untuk tanaman leguminosae, jeruk, dan sayur-sayuran.

Sumber Unsur Hara Tanaman

Unsur-unsur hara tanaman yang diambil dari dalam tanah umumnya berasal dari senyawa-senyawa yang ada didalam tanah, baik senyawa anorganik maupun organic. Sumber-sumber unsur hara dapat disebutkan sebagai berikut:
 Nitrogen (N): Sumber N adalah bahan organic sisa tumbuhan dan hewan,  serta hasil fiksasi N bebas dari udara oleh bakteri-bakteri Rhizobium yang terdapat dalam bintil akar tanaman kacang-kacangan (leguminosae). N diambil oleh tanaman dalam bentuk ion NH4+  atau NO3-
Phospfor (P): Sumber P dalam tanah adalah bahan organic dan mineral (batuan) fosfat, seperti apatit dan kalsium-fosfat (Ca3 (PO4)2). Batuan fosfat yang menjadi sumber posfat alam di Indonesia terdapat di pulau Jawa, dan dibedakan sebagai fosfat gua, fosfat sinter dan fosfat pulau karang. Christmas Island di Samudra Hindia adalah penghasil fosfat alam terbesar di dunia. P diambil oleh tanaman dalam bentuk ion HPO42- atau H2PO4-
Kalium (K): Sumber K dalam tanah adalah mineral ortoklas (K AlSi3O8), leucit (K Al (Si O3)2), muskovit (KH2 Al3 (SiO4)3) dan biotit (HK)2(MgFe)2(AlFe)2 Si4O12. K diambil oleh tanaman dalam bentuk ion K+.
Kalsium (Ca):  Sumber Ca dalam tanah adalah mineral augit, hiperstin, hornblende dan kalsit (CaCO3). Kalsium diambil oleh tanaman dalam bentuk ion Ca2+.
Magnesium (Mg): Sumber Mg dalam tanah adalah mineral-mineral amfibol (Ca (Mg Fe)2 Si4O12), biotit, chlorit dan dolomit (CaCOMgCO3). Magnesium diambil oleh tanaman dalam bentuk ion Mg2+.
Belerang (S): Sumber S dalam tanah adalah mineral gips (CaSO4), barit (BaSO4) dan pirit (FeS2). Belerang diambil oleh tanaman dalam bentuk ion SO42-.
Chlor (Cl): Sumber Cl dalam tanah terutama mineral halit (NaCl) dan silvit (KCl). Chlor diambil oleh tanaman dalam bentuk Cl-
Besi (Fe): Sumber Fe dalam tanah adalah mineral hematite (Fe2O3), magnetit dan limonit. Fe diambil oleh tanaman dalam bentuk ion Fe2+
Mangan (Mn)  : Sumber Mn dalam tanah adalah mineral pirolusit (MnO2) dan  manganit (MnO(OH)) serta braunit (MnSiO2). Mn diambil oleh tanaman dalam bentuk ion Mn2+
Tembaga (Cu) dan Seng (Zn)  : Sumber Cu dan Zn dalam tanah terutama adalah mineral-mineral sekunder. Cu diambil oleh tanaman dalam bentuk Cu2+ dan Zn dalam bentuk Zn2+
Borium (B) : Sumber B dalam tanah diantaranya mineral termalin dan borat. B diambil oleh tanaman dalam bentuk BO32-, HBO32-, H2BO3- dan B4O72-.
Molibdenium (Mo): Sumber Mo dalam tanah adalah batuan granit. Mo diambil oleh tanaman dalam bentuk ion molibdat (M0O42-).
Dari unsur hara tersebut jika dikerucutkan maka unsur-unsur hara yang ada dalam tanah berasal dari empat sumber yang melakukan dua fungsi yaitu : sebagai gudang unsur hara dan membuatnya tersedia bagi tanaman.  Empat sumber tersebut adalah :
1.Mineral tanah.  Mineral tanah merupakan sumber utama bagi semua  unsur hara tanah kecuali Nitrogen.  Mineral tanah adalah gudang penyimpan unsur hara jangka panjang.  Pelapukan membebaskan unsur hara secara perlahan-lahan, kemudian melarutkan mineral menjadi ion-ion.
2.Bahan Organik.  Bahan organik menyediakan sejumlah besar unsur seperti Nitrogen dan unsur hara bukan ion yang tercantum dalam Tabel 1.1.  Bahan organik adalah bentuk penyimpanan intermediate, ketika unsur-unsur dilepaskan bagi tanaman melalui pembusukan (dekomposisi).  Beberapa unsur hara dalam bahan organik segar dilepaskan secara cepat, dan pada saat dalam bentuk humus dilepaskan dengan lambat.
3.Unsur hara teradsorpsi.  Unsur hara ini diikat di dalam tanah karena ditarik oleh mineral liat dan humus.  Adsorpsi terjadi karena partikel liat dan humus bermuatan listrik negatif.  Adsorpsi unsur hara diikat dengan kuat oleh partikel, tetapi dapat tersedia bagi tanaman setelah terjadi pertukaran ion,
4.Ion-ion terlarut.  Ion-ion terlarut merupakan unsur hara yang relatif paling banyak tersedia.  Campuran ion-ion dan air tanah disebut sebagai larutan tanah (Soil Solution).  Tanah menjerap ion-ion secara langsung dari larutan tanah.  Dimana unsur hara ini dapat secara cepat digunakan oleh tanaman atau tercuci oleh air perkolasi.



Unsur Hara Tanaman

Unsur hara atau nutrien  adalah unsur atau senyawa kimia yang digunakan untuk metabolisme atau fisiologi organisme. Nutrien biasanya dikategorikan menjadi nutrien yang menyediakan energi dan yang digunakan sebagai komponen untuk tubuh atau struktur sel. Suatu nutrien disebut esensial bagi organisme jika zat tersebut tidak dapat disintesis oleh organisme dan harus dipenuhi dari sumber makanan.
Tumbuhan, seperti halnya makhluk hidup lainnya memerlukan nutrisi yang cukup memadai dan seimbang agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Unsur hara sangat dibutuhkan untuk menjaga ketersedian makanan bagi tanaman. Unsur hara yang sangat penting bagi tanaman disebut sebagai unsur hara esensial. Unsur Hara Esensial yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar disebut sebagai Unsur Hara Makro, sedangkan yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut sebagai Unsur Hara Mikro
Secara garis besar, tanaman atau tumbuhan memerlukan 2 (dua) jenis unsur hara untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.  Dua jenis unsur hara tersebut disebut Unsur Hara Makro dan Unsur Hara Mikro. Berikut adalah kedua jenis unsur hara tersebut berikut gejala-gejala yang biasa timbul, baik apabila kekurangan atau kelebihan unsur tersebut;
A. UNSUR HARA MAKRO 
adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif besar. beberapa unsur hara ini diantaranya : Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S). Unsur hara esensial yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak (Makro) antara lain :
  1. Unsur hara makro primer : Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K)
  2. Unsur hara makro skunder : Sulfur (S), Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).
B. UNSUR HARA MIKRO 
adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relatif kecil, bila berlebihan menjadi racun. Unsur hara ini diantaranya : Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Molibdenum (Mo), Tembaga/cuprum (Cu), Seng (Zn) dan Klor (Cl), Natrium (Na), Cobalt (Co), Silicon (Si), Nikel (Ni).

Ketiga belas unsur hara yang tersebut diatas diambil tanaman dari dalam tanah. Sedangkan tiga unsur hara lainnya yaitu C (Karbon), H (Hidrogen) dan O (oksigen) diambil dari udara dalam bentuk CO2 dan dari dalam tanah dalam bentuk H2O (Air)

Jumat, 11 Juli 2014

Bioteknologi dan Aplikasinya di Bidang Pertanian


Bioteknologi sebagai suatu ilmu yang bukan sesuatu yang baru mengkaji pemanfaatan organisme maupun produk dari organisme. Ilmu ini telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Mulai dari teknologi Mesir kuno dalam pembuatan bir dari anggur hingga pembuatan roti dan keju.

Menurut Amien bahwa spektrum bioteknologi merentang dari produksi makanan yang difermentasikan dan bahan-bahan kimia seperti antibiotik, enzim, etariol, cuka, asam sitrat dan vitamin B12 sampai dengan pengembangan sel, pengelolaan limbah air dan banyak aktivitas lain seperti produksi energi, penemuan kembali minyak dan fiksasi nitrogen.

Hal itu menunjukkan bahwa aplikasi bioteknologi mempunyai kajian yang sangat luas. Dengan aplikasi yang luas diharapakan dapat menjadi suatu solusi dalam pemecahan problematika yang tidak dapat diselesaikan dengan metode konvensional.
Dalam bidang pertanian, aplikasi bioteknologi sangat luas mulai dari sistem pengolahan lahan, .......................... untuk selengkapnya klik link dibawah ini




terima kasih

***********************+__+***********************
o_o

Senin, 18 Februari 2013

PENGARUH PAKET PEMUPUKAN SERTA FREKUENSI APLIKASI PUPUK ANORGANIK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI

untuk postingan ini. adalah jurnal dari kawan Nurfajrin Akbar, SP. sudah diizinkan untuk diposting



Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paket dan frekuensi pemupukan N yang memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada tanaman padi yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar yang berlangsung dari Maret hingga Oktober 2012. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama dilaksanakan dalam bentuk factorial dua faktor menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yaitu dengan factor  I adalah varietas padi (V) dan faktor II adalah paket pemupukan anorganik + mikroba penambat N non-simbiotik (n), Penelitian tahap kedua merupakan hasil pengujian varietas padi yang memberikan respon terbaik pada penelitian tahap pertama pada berbagai interval pemberian mikroba penambat N. Faktor I adalah lima perlakuan terbaik paket pemupukan N pada varietas yang memberikan respon terbaik pada penelitian tahap pertama (P) yaitu hasil terbaik satu (p1), hasil terbaik dua (p2), hasil terbaik tiga (p3), hasil terbaik empat (p4), hasil terbaik lima (p5). Faktor II  adalah frekuensi pemberian mikroba penambat N non-simbiotik (F) yaitu pemberian satu kali (f1),pemberian dua kali (f2) dan pemberian tiga kali (f3).  Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah, kepadatan malai, gabah kering panen, bobot 1000 biji. Hasil penelitian menunjukkan .......

untuk selengkapnya lihat di JURNAL FAJRIN


semoga bermanfaat.....!!1

 

Effect of Entres Immersion in Corn and Water Spinach Extraction on Growth of Cocoa Grafting (Theobroma cacao L.) [ABSTRACT]

Muhammad Iqbal (G111 08 002) Effect of Entres Immersion in Corn and Water Spinach Extraction on Growth of  Cocoa Grafting (Theobroma cacao L.). (Supervised by Ambo Ala and Dahliana Dahlan).

This experiment was conducted at the Screen House Faculty of Agriculture, Hasanuddin University, Makassar on January to April 2012. This study aims to determine the growth of the cocoa grafting with spinach and corn extracts treated as a substitute synthetic hormones. This study was conducted in the form of draft factorial in groups of two factors: the first factor in the form of water spinach extract comprising: without water spinach extract, water spinach extract 25%,

For more completely look at 
  


Keywords: cocoa, grafting, water spinach extract, corn extract, phytohormone

Pengaruh Perendaman Entris dalam Ekstrak Jagung dan Kangkung terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao. L). [ABSTRAK]

Sedikit review tentang abstrak skripsi. maaf agak telat

MUHAMMAD IQBAL (G111 08 002). Pengaruh Perendaman Entris dalam Ekstrak Jagung dan Kangkung terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao. L). (Dibimbing oleh Ambo Ala dan Dahliana Dahlan).

Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Program Studi Agroteknologi Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Hasanuddin, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, berlangsung dari bulan Januari-April 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan sambung pucuk tanaman kakao dengan perlakuan ekstrak kangkung dan jagung sebagai substitusi hormon sintetik. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk rancangan fakorial dalam kelompok yang terdiri dari dua faktor, yaitu: faktor pertama berupa ekstrak kangkung yang terdiri atas: tanpa ekstrak kangkung, ekstrak kangkung 25%,



untuk selengkapnya lihat di Link ini
JURNAL

Kata kunci: kakao, sambung pucuk, ekstrak kangkung, ekstrak jagung, fitohormon.




***********************+__+***********************

Senin, 03 Desember 2012

Pengaruh Perendaman Entris dalam Ekstrak Jagung dan Kangkung terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao L.)

Ya, Ini adalah judul skripsi yang aku ( dengan bangga bede-katanya) pertanggung jawabkan di hadapan pembimbing ( Prof. Ambo dan Prof Dahlia) dan Penguji ( Prof. Yunus, Ir. Amin Ishak dan Dr. Riadi) serta panitia (Prof. Kai dan Dr. Hernusye ). penelitiannya dimulai dari Januari sampai April 2012 yang lalu. dan baru bisa dipresentasikan di tanggal 28 November 2012 kemarin. alhamdulillah sudah memasuki tahap asistensi untuk penjilidan. amiiiiiin


mau lihat......? check it out!
***********************+__+***********************

Kamis, 05 Juli 2012

Toksisitas dan Defisiensi Hara

Tanaman dapat tumbuh dengan baik jika tanah menyediakan unsur hara dalam jumlah yang cukup. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang besar disebut unsur hara makro, sebaliknya unsur hara mikro yakni unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Kekurangan unsur hara makro dan mikro tertentu dapat menimbulkan gejala khusus, seperti kekurangan nitrogen menyebabkan daun tanaman menjadi kuning dan pertumbuhan vegetatif tanaman terhambat. Namun demikian, unsur hara dapat juga menimbulkan gejala keracunan pada tanaman seperti kelebihan unsur nitrogen menyebabkan tanaman menjadi terbakar dan akhimya tanaman menjadi mati.

Baca juga; Toksisitas unsur hara tanaman

Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui pada dosis berapa unsur hara makro dan mikro bersifat toksik dan defisien terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Percobaan dilaksanakan pada Rumah Kaca Jurusan Budidaya Pertanian Faku
ltas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin. Percobaan ini dilaksanakan pada minggu IV rangkaian praktikum MK Nutrisi Tanama

Bahan yang digunakan adalah benih tanaman kacang-kacangan (tanaman yang berbeda untuk setiap kelompok), pupuk kandang (organik), unsur hara makro (pupuk anorganik), unsur hara mikro (pupuk daun), tanah, polybag, dan label. Alat yang digunakan adalah cangkul, parang, alat menyiram, dan timbangan.

Baca juga; Defisiensi unsur hara tanaman

Parameter yang diamati dalam percobaan ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, gejala toksisitas dan defisiensi, berat akar, berat kering tanaman, dan jumlah polong per tanaman.

untuk pelaksanaan dan perlakuan, mohon maaf tidak bisa di share disini...


Dari bahan praktikum mata kuliah Nutrisi tanaman fakultas Pertanian Unhas 



***********************+__+***********************

Sensitivitas Tanaman terhadap NaCl

Sebenarnya ini adalah salah satu bab praktikum mata kuliah Nutrisi Tanaman, nah untuk share kepada sahabat blogger menambah koleksi informasi khususnya tentang Pertanian

Latar Belakang

Garam apabila dimasukkan ke dalam tanah dan garam tersebut kemudian larut dalam cairan tanah maka pada umumnya akan menyebabkan kontak dengan tanah melalui pertukaran kation. Terdapat dua bentuk pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya kadar garam yang tinggi bagi pertumbuhan tanaman yaitu pengaruh khusus akibat adanya ion-ion tertentu dalam jumlah lebih yang berbahaya bagi tanaman dan pengaruh umum akibat meningkatnya tekanan osmotik pada larutan dan sekitar perakaran tanaman. Masalah salinitas di lapangan dapat disebabkan oleh garam atau kombinasi beberapa garam sepertl NaCl, Na2SO4, KCl, MgCI2, dan CaCl2. Namun, kebanyakan yang digunakan untuk pengujian adalah NaCl.

Tujuan Percobaan


Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui berapa besar pengaruh kadar garam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.

METODE PERCOBAAN

Tempat dan Waktu

Percobaan dilaksanakan pada Rumah Kaca Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin. Percobaan ini dilaksanakan pada minggu XI rangkaian praktikum MK Nutrisi Tanaman.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan adalah benih tanaman sayur-sayuran, polybag tanpa lubang, tanah, pupuk kandang, NaCl, dan label. Alat yang digunakan adalah cangkul, parang, alat menyiram, meteran, dan timbangan.

Perlakuan dan Pelaksanaan*** mohon maaf tidak dicantumkan disini

contact disini


Parameter yang diamati dalam percobaan ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, gejala morfologis, berat kering akar, dan jumlah polong per tanaman, serta panjang akar.

Tugas Pendahuluan1.    Mengapa pada tanah yang bersalinitas tinggi menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat.
2.    Bagaimanakah hubungan tingkat salinitas dengan sistem perakaran tanaman. Jelaskan.
3.    Tanaman yang tumbuh pada tanah salin dihadapkan pada tiga macam cekaman, sebutkan.
4.    Jelaskan hubungan antara cekaman salinitas dengan cekaman air.
5.    Berikan gambaran mengapa penting dilakukan penelitian tentang salinitas.


Back up file: Bahan Praktikum Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian Unhas


***********************+__+***********************

Kamis, 28 Juni 2012

Unsur Nitrogen

Nitrogen merupakan nutrisi (hara) yang paling cepat mengalami proses metabolisme dalam jaringan tumbuhan dan paling cepat menurun jumlahnya khusunnya pada lahan-lahan pertanian intensif. Dengan demikian maka pemupukan nitrogen pada lahan pertanian intensif sangat penting dalam upaya perbaikan produksi dan produktivitas tanaman.  Nitrogen merupakan nutrisi (hara) mineral esensil yang paling banyak dimanfaatkan dalam praktek pertanian yang diberikan dalam bentuk pupuk.  Nitrogen merupakan unsur penyusun asam amino, proten, asam nuklet, enzim  dan sebagainya.

Pengakuan pentingnya nitrogen pada tanaman ditulis pada awal tahun 1660-andan 1670-an yang menunjukkan pentingnya sendawa (potasium nitrat) bagi tanaman. Akumulasi sendawa memperbaiki kesuburan tanah  dan kualitas penyimpanan gula dalam tanaman (1,3).

Penemuan nitrogen sebagai nutrisi esensial sering diidentikkan dengan  de Saussure (1-3), dimana pada tahun 1804 nitrogen diakui merupakan unsur penting bagi tanaman, dan terutama diperoleh dari tanah. De Saussure mencatat bahwa tanaman menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat dan bahan mineral lainnya dari larutan tanah. Ilmuwan lain waktu itu percaya bahwa nitrogen dalam nutrisi tanaman berasal dari udara. Liebig (1-3) menulis pada  tahun 1840-an, pada saat ia membanta teori humus (konsep bahwa tanaman mendapatkan karbon dari humus tanah, bukan dari udara), bahwa tanaman membutuhkan air, karbon dioksida, amonia, dan abu sebagai konstituen. Liebig mendukung teori bahwa nitrogen tanaman diperoleh dari udara sebagai ammonium. Tanaman akan menyerap amonia dari udara pada konsentrasi rendah, tetapi udara mengandung sejumlah substansial amoniak yang dibutuhkan untuk nutrisi tanaman. 

Konsep nitrogen diperoleh dari udara atau dari bahan organik tanah dibanta pada pertengahan tahun 1800-an, yang ditunjukkan bahwa hasil panen meningkat sebagai hasil dari pemupukan melalui tanah. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa variasi pupuk nitrogen menghasilkan evektifitas yang berbeda dalam mendukung produksi tanaman dan penggunaan kalium nitrat sebagai pupuk sering lebih baik dari pada  garam amonium.  Studi dengan menggunakan media steril dan system budidaya hirofonik menunjukkan bahwa tanaman dapat memanfaatkan nitrat atau amonium tergantung pada spesies dan kondisi media tumbuhnya.  Pada saat ini banyak penelitian dilakukan dengan menggunakan  pupuk organik dan gas amonia dari gas batu bara yang hemat biaya.  Melaui pengembangan proses Haber (1909) untuk sintesis amonia dari gas hidrogen dan nitrogen, penggunaan amonia bisa dibuat lebih murah dan mengarah ke pengembangan industri pupuk nitrogen.


Sumber: Nutrisi tanaman, Penulis Ir. Nasaruddin, Ms- Dosen Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin

Jumat, 15 Juni 2012

Calopogonium mucinides desv-Kembang Telang yang dapat menambah unsur hara di tanah

Wah... mendengar namanya sih bagi orang Makassar agak sensitif juga. tetapi itu nama lokalnya! spesies tanaman ini digolongkan kedalam tanaman leguminose, dan secara umum golonngan tanaman legum dapat digunakan sebagai pupuk hijau. pertimbangannya adalah pada tanaman legum misalnya kembang telang ini dapat menambah kandungan unsur hara N didalam tanah. dan biasanya bentuk aplikasinya adalah dengan membenamkan bagian tanamannya yang masih kedalam tanah dan ini akan berefek pada penambahan bahan organik dalam tanah.

Calopogonium mucinoides ini mengandung kandungan unsur hara nitroge yang lebih tinggi dibanding tanaman lainnya. selain itu kembang telang ini dapat juga berfungsi sebagai tanaman penutup tanah. sebagaia tanaman penutup tanah ini akan bermanfaat dalam menjaga stabilitas air tanah. dalam bahasa sederhananya mengurangi laju evapotranspirasi- dengan demikian kelembaban tanah stabil.


Tetapi sering dalam benak aku meuncul pertanyaan. kalau spesies tanaman yang berfungsi sebagai pupuk hijau apakah dapat menimbulkan kompetisi hara dengan tanaman budidaya?karena spesies ini kan dapat menambahkan bahan organik dan mengandung unsur hara N...

***********************+__+***********************
 
 
 
 

Jumat, 02 Desember 2011

Erosi, Erosivitasi dan Erodibilitas

Longsor dan erosi adalah proses berpindahnya tanah atau batuan dari satu tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah akibat dorongan air, angin, atau gaya gravitasi. Proses tersebut melalui tiga tahapan, yaitu pelepasan, pengangkutan atau pergerakan, dan pengendapan. Perbedaan menonjol dari fenomena longsor dan erosi adalah volume tanah yang dipindahkan, waktu yang dibutuhkan, dan kerusakan yang ditimbulkan.

Longsor memindahkan massa tanah dengan volume yang besar, adakalanya disertai oleh batuan dan pepohonan, dalam waktu yang relatif singkat, sedangkan erosi tanah adalah memindahkan partikel-partikel tanah dengan volume yang relatif lebih kecil pada setiap kali kejadian dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama

untuk selengkapnya download saja dibawah ini



Terima kasih! Semoga membantu dan mohon koreksi yang konstruktif ***********************+__+***********************
o_o

C-Organik Tanah -Sebuah Jurnal

Tanah yang mengandung banyak humus atau mengandung banyak bahan organik adalah tanah-tanah lapisan atas atau tanah-tanah top soil. Bahan organik merupakan bahan penting dalam menciptakan kesuburan tanah, baik secara fisik, kimia maupun dari segi biologi tanah. Bahan organik adalah bahan pemantap agregat tanah yang tiada taranya. Sekitar setengah dari kapasitas tukar kation berasal dari bahan organik yang merupakan sumber hara tanaman dan energi dari sebagian besar organisme tanah.

Bahan organik memainkan banyak peranan penting dalam tanah. Karena bahan organik tanah berasal dari dari sisa-sisa tumbuhan, bahan organik tanah pada mulanya mengandung semua hara yang diperlulan untuk tanaman. Bahan organik itu sendiri mempengaruhi struktur tanah dan cenderung untuk menaikkan kondisi fisik yang dikehendakinya. Hewan tanah tergantung pada bahan organik pada bahan organik sebagai makanannya dan menyumbang untuk keadaan fisik yang menguntungkan dengan mencampurkan tanah dan membuat saluran. Tentu saja, banyak hal yang menarik dalam mengelolah bahan organik untuk membuat tanah lebih produktif.

untuk lebih lengkapnya klik link dibawah ini!!!

Terima kasih! Semoga membantu dan mohon koreksi yang konstruktif

***********************+__+***********************
o_o

Senin, 24 Oktober 2011

Dominasi Pucuk dengan kaitannya dengan Auksin


Dominasi Pucuk Merupakan kondisi dimana terjadi penghambatan pada pertumbuhan tunas dibawahnya, yang merupakan fungsi dari distribusi auxin yang menyebabkan terjadinya tanaman tidak berkembang. hal dapat kita lihat contohnya pada kentang

Terjadinya dominasi apikal atau pucuk tersebut diduga disebabkan karena adanya distribusi hormon auksin yang menumpuk. dimana hormon auksin tersebut merupakan hormon tumbuhan (phitohormone) yang mempunyai fungsi sebagai pengatur pembesaran sel dan pemanjangan sel. yang paling dikenal adalah IAA atau Indol Asetat Acid. selain itu hormon ini berfungsi untuk mematahkan proses dominasi apikal tersebut dan membantu proses partenokarpi pada buah-buahan.

mekanisme kerja hormone auksin ini adalah peka terhadap cahaya matahari. sehingga jika terdapat tanaman yang tumbuh di tempat yang gelap, atau terjadi proses etolasi( hehehe,, teringat istilah ini untuk kawan-kawan dan senior yang sering menjadikan plesetan untuk kawan-kawan di himpunan yang sering nongkrong di kamar, jajajaj) dan tanaman akan bergerak mendekati cahaya. disitulah fungs auksin akan sangat berperan. namun jika terkena sinar matahari fungsi hormon auksin akan berlawanan dengan cahaya matahari.

bebedarapa contoh hormon auksin yang diperdagangka antara lain: harmonik, deton dll.

untuk selengkapnya buka link dibawah ini


terima kasih




***********************+__+***********************
o_o
Share this article :

Rabu, 25 Mei 2011

Inventarisasi Geografis, Ekonomi, Sosial Budaya dan IPTEK kabupaten Takalar

Sektor Pertanian merupakan kontribusi terbesar dalam pembentukan struktur ekonomi, yaitu sebesar 47,82% di tahun 2005 dan 54,71% di Tahun 2006. Produksi pertanian meliputi tanaman padi-palawija, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Produksi tanaman padi palawija yang memperlihatkan tren yang menaik selama periode 2002 hingga 2006 adalah tanaman jagung, sedangkan tanaman selain itu memperlihat tren yang lebih berfluktuatif.

1.  Tanaman Padi dan Palawija
Produksi tanaman padi dalam lima tahun terakhir memperlihatkan keadaan yang fluktuatif yaitu dari 100,6 ribu ton pada tahun 2002 naik menjadi 113,8 ribu ton pada tahun 2006. Demikian pula dengan jumlah luas panennya. Menurunnya produksi tanaman padi berkaitan dengan menurunnya luas panen, namun produksi per ha relatif stabil. Pada tahun 2002 produksi padi per ha 4,71 ton menjadi 4,58 ton pada tahun 2006.
Tanaman jagung selama periode tahun 2002 hingga...................

untuk selengkapnya download saja bro di link dibawah ini..




Atau

MUHAMMAD IQBAL    (G111 08 002)
ERMANSYAH               (G111 08 006)
DIAN PITA LESTARI      (G111 08 005)
RITA JUFRI                      (G111 08252)






terima kasih


***********************+__+***********************
o_o
Share this article :

Gejala Kelebihan unsur hara tanaman (Toksisitas unsur hara tanaman)

Toksisitas adalah suatu keadaan yang menandakan adanya efek toksik/racun yang terdapat pada bahan sebagai sediaan single dose atau campuran...