Tampilkan postingan dengan label fisiologi tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fisiologi tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2013

PENGARUH PAKET PEMUPUKAN SERTA FREKUENSI APLIKASI PUPUK ANORGANIK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI

untuk postingan ini. adalah jurnal dari kawan Nurfajrin Akbar, SP. sudah diizinkan untuk diposting



Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paket dan frekuensi pemupukan N yang memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada tanaman padi yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar yang berlangsung dari Maret hingga Oktober 2012. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama dilaksanakan dalam bentuk factorial dua faktor menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yaitu dengan factor  I adalah varietas padi (V) dan faktor II adalah paket pemupukan anorganik + mikroba penambat N non-simbiotik (n), Penelitian tahap kedua merupakan hasil pengujian varietas padi yang memberikan respon terbaik pada penelitian tahap pertama pada berbagai interval pemberian mikroba penambat N. Faktor I adalah lima perlakuan terbaik paket pemupukan N pada varietas yang memberikan respon terbaik pada penelitian tahap pertama (P) yaitu hasil terbaik satu (p1), hasil terbaik dua (p2), hasil terbaik tiga (p3), hasil terbaik empat (p4), hasil terbaik lima (p5). Faktor II  adalah frekuensi pemberian mikroba penambat N non-simbiotik (F) yaitu pemberian satu kali (f1),pemberian dua kali (f2) dan pemberian tiga kali (f3).  Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah, kepadatan malai, gabah kering panen, bobot 1000 biji. Hasil penelitian menunjukkan .......

untuk selengkapnya lihat di JURNAL FAJRIN


semoga bermanfaat.....!!1

 

Effect of Entres Immersion in Corn and Water Spinach Extraction on Growth of Cocoa Grafting (Theobroma cacao L.) [ABSTRACT]

Muhammad Iqbal (G111 08 002) Effect of Entres Immersion in Corn and Water Spinach Extraction on Growth of  Cocoa Grafting (Theobroma cacao L.). (Supervised by Ambo Ala and Dahliana Dahlan).

This experiment was conducted at the Screen House Faculty of Agriculture, Hasanuddin University, Makassar on January to April 2012. This study aims to determine the growth of the cocoa grafting with spinach and corn extracts treated as a substitute synthetic hormones. This study was conducted in the form of draft factorial in groups of two factors: the first factor in the form of water spinach extract comprising: without water spinach extract, water spinach extract 25%,

For more completely look at 
  


Keywords: cocoa, grafting, water spinach extract, corn extract, phytohormone

Pengaruh Perendaman Entris dalam Ekstrak Jagung dan Kangkung terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao. L). [ABSTRAK]

Sedikit review tentang abstrak skripsi. maaf agak telat

MUHAMMAD IQBAL (G111 08 002). Pengaruh Perendaman Entris dalam Ekstrak Jagung dan Kangkung terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma cacao. L). (Dibimbing oleh Ambo Ala dan Dahliana Dahlan).

Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Program Studi Agroteknologi Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Hasanuddin, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, berlangsung dari bulan Januari-April 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan sambung pucuk tanaman kakao dengan perlakuan ekstrak kangkung dan jagung sebagai substitusi hormon sintetik. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk rancangan fakorial dalam kelompok yang terdiri dari dua faktor, yaitu: faktor pertama berupa ekstrak kangkung yang terdiri atas: tanpa ekstrak kangkung, ekstrak kangkung 25%,



untuk selengkapnya lihat di Link ini
JURNAL

Kata kunci: kakao, sambung pucuk, ekstrak kangkung, ekstrak jagung, fitohormon.




***********************+__+***********************

Selasa, 27 Desember 2011

Alelopati pada beberapa tanaman pertanian

ALLELOPATHY adalah produksi substansi (zat ) oleh suatu tanaman yang merugikan tanamaan lain.(Muller,1970) atau bagi mikroba(rice,1974). Eksistensi fenomena ini kemudian di ketahui dengan baik. Meskipun penyebaran dan kepentingnnya tidak jelas. Yang masih tetap tidak jelas adalah mekanisme kerjanya: barangkali rangsangan atau deepresi mikrooraganismelah yang bertanggung jawab sehingga ha ini terjadi (Newman,1977). Rice dan Pancholy(1972) telah menyatakan bahwa sejumlah senyawa yang dihasilkan tanaman dari suatu ekosistem matang(pins-oak) mampu menghambat transformasi bakterial dari amonium menjadi nitrat. Keterangan yang mungkin untuk ini adalah bahwa spesies suksesional akhir cenderung lebih toleran terhadap kondisi asam dan kemudian amonium sebagai sumber N dibandingkan dengan pioner-pioner, sebab pencucian dan pembentukan serasah lazimnya menurunkan pH tanah selama suksesi. Rice dan Poncholy (1973, 74) kemudian mengidentifikasi suatu kisaran yang luas dari Tannin,asam fenolat flavanoid dan coumarin yang secara sempurna menghambat aktivitas Nitrosomonas pada konsentrasi-konsentrasi yang sangat rendah.

Dari seluruh batangnya tanaman mengeluarkan zat kimia yang sangat menakjubkan-gula dan senyawa bau dari bunga, terpenoid dan leachate yang mudah larut dari daun, dan sangat banyak yang berasal dari akar. Rovira (1969) mengumpulkan laporan yaitu 10 gula, 19 asam amino,10 asam organik, 2 flavonon, 3 enzim dan satu nukleotuda dalam eksudat akar.

Untuk selengkapnya download saja di link ini





terima kasih

***********************+__+***********************

.

.

.

Senin, 24 Oktober 2011

Dominasi Pucuk dengan kaitannya dengan Auksin


Dominasi Pucuk Merupakan kondisi dimana terjadi penghambatan pada pertumbuhan tunas dibawahnya, yang merupakan fungsi dari distribusi auxin yang menyebabkan terjadinya tanaman tidak berkembang. hal dapat kita lihat contohnya pada kentang

Terjadinya dominasi apikal atau pucuk tersebut diduga disebabkan karena adanya distribusi hormon auksin yang menumpuk. dimana hormon auksin tersebut merupakan hormon tumbuhan (phitohormone) yang mempunyai fungsi sebagai pengatur pembesaran sel dan pemanjangan sel. yang paling dikenal adalah IAA atau Indol Asetat Acid. selain itu hormon ini berfungsi untuk mematahkan proses dominasi apikal tersebut dan membantu proses partenokarpi pada buah-buahan.

mekanisme kerja hormone auksin ini adalah peka terhadap cahaya matahari. sehingga jika terdapat tanaman yang tumbuh di tempat yang gelap, atau terjadi proses etolasi( hehehe,, teringat istilah ini untuk kawan-kawan dan senior yang sering menjadikan plesetan untuk kawan-kawan di himpunan yang sering nongkrong di kamar, jajajaj) dan tanaman akan bergerak mendekati cahaya. disitulah fungs auksin akan sangat berperan. namun jika terkena sinar matahari fungsi hormon auksin akan berlawanan dengan cahaya matahari.

bebedarapa contoh hormon auksin yang diperdagangka antara lain: harmonik, deton dll.

untuk selengkapnya buka link dibawah ini


terima kasih




***********************+__+***********************
o_o
Share this article :

Gejala Kelebihan unsur hara tanaman (Toksisitas unsur hara tanaman)

Toksisitas adalah suatu keadaan yang menandakan adanya efek toksik/racun yang terdapat pada bahan sebagai sediaan single dose atau campuran...