Tampilkan postingan dengan label Mekanisasi pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mekanisasi pertanian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012

Apa itu Agroindustri?

Agroindustri berasal dari dua kata agricultural dan industry yang berarti suatu industri yang menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku utamanya atau suatu industri yang menghasilkan suatu produk yang digunakan sebagai sarana atau input dalam usaha pertanian. Definisi agroindustri dapat dijabarkan sebagai kegiatan industri yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang, dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut.

Dengan demikian agroindustri meliputi industri pengolahan hasil pertanian, industri yang memproduksi peralatan dan mesin pertanian, industri input pertanian (pupuk, pestisida, herbisida dan lain-lain) dan industri jasa sektor pertanian. Apabila dilihat dari sistem agribisnis, agroindustri merupakan bagian (subsistem) agribisnis yang memproses dan mentranformasikan bahan-bahan hasil pertanian (bahan makanan, kayu dan serat) menjadi barang-barang setengah jadi yang langsung dapat dikonsumsi dan barang atau bahan hasil produksi industri yang digunakan dalam proses produksi seperti traktor, pupuk, pestisida, mesin pertanian dan lain-lain.

Dari batasan diatas, agroindustri merupakan sub sektor yang luas yang meliputi industri hulu sektor pertanian sampai dengan industri hilir. Industri hulu adalah industri yang memproduksi alat-alat dan mesin pertanian serta industri sarana produksi yang digunakan dalam proses budidaya pertanian. Sedangkan industri hilir merupakan industri yang mengolah hasil pertanian menjadi bahan baku atau barang yang siap dikonsumsi atau merupakan industri pascapanen dan pengolahan hasil pertanian.

Meskipun baru di populerkan  di Indonesia pada tahun 1980-an, agroindustri yang antara lain diartikan sebagai industri yang mengolah hasil pertanian seperti contoh di atas telah lama dikenal dan di terapkan di Indonesia sejak zaman penjajahan belanda padab abad ke-16. Secara eksplisit pengertian agroindustri pertama kali di ungkapkan oleh Austin (1971) yaitu perusahaan yang memproses bahan nabati (berasal dari tanaman) atau hewani (berasal dari hewan).

Proses yang di terapkan mencakup pengubahan dan pengawetan melalui perlakuan fisik atau kimiawi, penyimpanan, pengemasan dan distribusi. Produk agroindustri ini dapat merupakan produk akhir yang siap di konsumsi atau di gunakan oleh manusia ataupun sebagai produk yang merupakan bahan bakuindustri lain.

***Dari tugas Mekanisasi Pertanian!

Selasa, 27 Desember 2011

Motor Bakar -Mekanisasi pertanian-

Dalam rangka mengupayakan adanya energi penggerak (alternatif) demi peningkatan perekonomian dan kehidupan masyarakat, kami mencoba untuk mengangkat auatu alat yang dapat bekerja sendiri dan menjadi alat penggerak. Lebih jauh lagi, tujuan kami mengambil pembagasan tentang alat ini juga guna menindaklanjuti keprihatinan banyak kalangan terhadap pemanasan global yang salah satunya diakibatkan oleh pemakaian bahan bakar untuk keperluan energi.

Alat yang kami tersebut kami beri nama “Pompa Air Grafitasi” berawal dari peristiwa naiknya air dalam suatu selang atau pipa berkatup yang digerakkan secara vertikal. Seiring berganti waktu, kami berudaha mengkajinya langkah demi langkah dengan apa yang bisa dipahami dari berbagai disiplin ilmu yang berhubungan dengan konsep alat tersebut, yang akhirnya terbentuk sebuah kesatuan sistem kerja yang dapat bekerja sendiri.

Motor bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik, yaitu dengan cara merubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk melakukan kerja mekanik. Energi termal diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada masin itu sendiri. Jika ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini (proses pembakaran bahan bakar), maka motor bakar dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu: motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam.

1. Motor pembakaran luar

Pada motor pembakaran luar ini, proses pembakaran bahan bakar terjadi di luar mesin itu, sehingga untuk melaksanakan pembakaran digunakan mesin tersendiri. Panas dari hasil pembakaran bahan bakar tidak langsung diubah menjadi tenaga gerak, tetapi terlebih dulu melalui media penghantar, baru kemudian diubah menjadi tenaga mekanik. Misalnya pada ketel uap dan turbin uap.

2. Motor pembakaran dalam

Pada motor pembakaran dalam, proses pembakaran bahan bakar terjadi di dalam mesin itu sendiri, sehingga panas dari hasil pembakaran langsung bisa diubah menjadi tenaga mekanik. Misalnya : pada turbin gas, motor bakar torak dan mesin propulasi pancar gas.

Jenis motor pembakaran dalam ini dibedakan lagi menjadi 2 macam, yaitu motor bakar 2 TAK dan motor bakar 4 TAK.

A. Prinsip Kerja Motor Bensin

Pada motor bensin, bensin dibakar untuk memperoleh energi termal. Energi ini selanjutnya digunakan untuk melakukan gerakan mekanik. Prinsip kerja motor bensin, secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut : campuran udara dan bensin dari karburator diisap masuk ke dalam silinder, dimampatkan oleh gerak naik torak, dibakar untuk memperoleh tenaga panas, yang mana dengan terbakarnya gas-gas akan mempertinggi suhu dan tekanan.

Untuk selengkapnya klik link dibawah ini.


atau



terima kasih


***********************+__+***********************

Motor bakar

Peningkatan teknologi tepat guna sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi pertanian. Petani sebagai tulang punggung pertanian Indonesia tentu tidak membutuhkan teknologi super- canggih, melainkan sederhana, murah, dan efisien. Keadaan saat ini menunjukkan, kemampuan petani untuk mengakses teknologi, seperti alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor (roda dua dan empat), pompa air, transplanter (alat tanam padi), dryer (pengering), dan alat perbengkelan, masih terbatas. Di sisi lain, tuntutan penggunaan alsintan juga dibutuhkan di tengah kekurangan tenaga kerja pedesaan, yang kini makin banyak meninggalkan dunia pertanian.

Teknologi tentu membutuhkan biaya, sementara petani tidak mampu menjangkau dengan harga yang mahal. Jangankan alsintan, sarana-sarana yang paling mendasar (pupuk, benih, insektisida, dll) pun petani masih berpikir untuk menggunakannya. Banjirnya alsintan impor, seperti dari Cina, menyebabkan petani hanya menjadi konsumen. Padahal, spesifikasi dan standardisasi alsintan impor belum tentu sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.

Peran alsintan dalam pengembangan agribisnis pertanian bukan sebatas proses budi daya dan pascapanen, tapi juga bagi upaya pengembangan proses hasil panen menjadi aneka produk pangan tambahan. Petani sebenarnya mampu memproduksi dan memodifikasi alsintan sederhana dan tepat guna tapi tidak ada dukungan berarti. Mekanisasi pertanian masih dihadang oleh keterbatasan akses dan permodalan petani dalam pengadaan alsintan yang tergolong mahal. Tak heran jumlah alsintan yang dioperasionalkan dalam budi daya maupun pascapanen agribisnis belum sepadan dengan kebutuhan. Tingginya kebutuhan alsintan ini sebagian besar dipenuhi dari impor tanpa bea masuk (BM) dan hanya melalui pengujian seadanya. Selama ini, banyak alsintan impor yang masuk ke Indonesia hanya melalui pengujian tanpa dilakukan seleksi standardisasi. Spesifikasi yang berbeda ini menyebabkan efisiensi dan kualitas produksi yang diharapkan sering tidak tercapai.

Untuk selengkapnya klik link dibawah ini

terima kasih


***********************+__+***********************

Gejala Kelebihan unsur hara tanaman (Toksisitas unsur hara tanaman)

Toksisitas adalah suatu keadaan yang menandakan adanya efek toksik/racun yang terdapat pada bahan sebagai sediaan single dose atau campuran...