Tampilkan postingan dengan label budidaya tanaman semusim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya tanaman semusim. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2013

PENGARUH PAKET PEMUPUKAN SERTA FREKUENSI APLIKASI PUPUK ANORGANIK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI

untuk postingan ini. adalah jurnal dari kawan Nurfajrin Akbar, SP. sudah diizinkan untuk diposting



Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paket dan frekuensi pemupukan N yang memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada tanaman padi yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar yang berlangsung dari Maret hingga Oktober 2012. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama dilaksanakan dalam bentuk factorial dua faktor menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yaitu dengan factor  I adalah varietas padi (V) dan faktor II adalah paket pemupukan anorganik + mikroba penambat N non-simbiotik (n), Penelitian tahap kedua merupakan hasil pengujian varietas padi yang memberikan respon terbaik pada penelitian tahap pertama pada berbagai interval pemberian mikroba penambat N. Faktor I adalah lima perlakuan terbaik paket pemupukan N pada varietas yang memberikan respon terbaik pada penelitian tahap pertama (P) yaitu hasil terbaik satu (p1), hasil terbaik dua (p2), hasil terbaik tiga (p3), hasil terbaik empat (p4), hasil terbaik lima (p5). Faktor II  adalah frekuensi pemberian mikroba penambat N non-simbiotik (F) yaitu pemberian satu kali (f1),pemberian dua kali (f2) dan pemberian tiga kali (f3).  Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah, kepadatan malai, gabah kering panen, bobot 1000 biji. Hasil penelitian menunjukkan .......

untuk selengkapnya lihat di JURNAL FAJRIN


semoga bermanfaat.....!!1

 

Selasa, 27 Desember 2011

Budidaya Tanaman Semusim [Laporan Lengkap]

Postingan ini sebanarnya pada semester lalu. Tetapi baru teringat kalau ternyata koleksi laporan budidaya tanaman semusim masih terseip diantar folder-folder.

Nah untuk yang butuh beberapa pembanding tentang laporan praktikum budidaya tanaman semusim. Mungkin beberapa file berikut bisa membantu..

Silahkan didownload saja dengan memilih nama pemilik laporan yang bersangkutan. tidak marah ji juga kalo dicopy bede

Senin, 26 Desember 2011

Ekologi tanaman wijen, sorgum dan jewawut serta gandum

Iklim

Suhu optimum untuk pertumbuhan sorgum berkisar antara 23° C - 30° C dengan kelembaban relatif 20 - 40 %. Pada daerah-daerah dengan ketinggian 800 m dan permukaan Taut dimana suhunya kurang dari 20° C, pertumbuhan tanaman akan terhambat. Selama pertumbuhan tanaman, curate hujan yang diperlukan adalah berkisar antara 375 - 425 mm.

Tanah.

Sorgum dapat bertoleransi pada kisaran kondisi tanah yang luas. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada tanah-tanah berat yang wring kali tergenang. Sorgum juga dapat tumbuh pada tanah-tanah berpasir. la dapat tumbuh pada pH tanah berkisar 5,0 - 5,5 dan lebih bertoleransi terhadap salin (garam) tanah dari pada jagung. Tanaman sorgum dapat berproduksi pada tanah yang terlalu kritis bagi tanaman lainnya

<a href="http://www.ppcindo.com">Iklan</a> 
<br>
Wijen

Persyaratan tumbuh tanaman wijen adalah sebagai berikut :
_ Tumbuh didaerah tropika dan sub tropika antara 35 0 L.U dan 40 0 L.S.
_ Ketinggian antara 1-1.250 meter diatas permukaan laut. Suhu optimal untuk produksi tinggi 25–27 0 C.
_ Curah hujan 400-600 mm. Curah hujan kurang 300 mm atau lebih dari 1.000 mm akan sangat mengganggu pertumbuhan. Idealnya wijen ditanam pada wilayah kering dengan bulan basah maksimal 3 bulan.
_ Jenis tanah berpasir sampai lempung dengan pH tanah optimum pada kisaran 5,5 – 8,0.

Juwawut

Jenis ini dapat ditanam di daerah semi kering dengan curah hujan kurang dari 125 mm dalam 3—4 bulan masa pertumbuhan. Jenis ini tidak tahan terhadap genangan dan rentan terhadap periode musim kering yang lama. Di daerah tropis, tanaman ini dapat tumbuh pada daerah semi kering sampai ketinggian 2000 m. Tanaman ini menyukai lahan subur tetapi dapat tumbuh dengan baik pada berbagai jenis tanah dari tanah berpasir hingga tanah liat yang padat, dan bahkan tetap tumbuh pada tanah miskin hara atau tanah pinggiran.



Untuk selengkapnya tentang ekologi wijen, sorgum dan jewawut serta gandum 



Morfologi jewawut, sorgum, dan wijen

Dari hasil praktikum yang dilaksanakan di kebun percobaan Budidaya Tanaman Semusim. Dengan melaksanakan praktek percobaan teknis budidaya tanaman seperti Jagung, wijen, sorgum. Percobaan ini dilaksanakn dalam kurun waktu 4-5 bulan. Dengan beberapa komoditi perkelompok yang berbeda.

Dari hasil praktikum tersebut, salah satu yang menjadi tugas adalah bentuk morfologi dari beberapa komditas tanaman semusim yang dibudidayakan. Berikut adalah beberapa morfologi tanaman jewawut, wijen dan sorgum…......Untuk lengkapnya klik link download ini


Penampang biji sorgum, wijen, jewawut dan gandum

Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 6–8 mm dan diameter 2–3 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. Biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ) . Bagian kulit dari biji gandum sebenarnya tidak mudah dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari biji gandum tetapi bagian kulit ini biasanya dapat dipisahkan melalui proses penggilingan.

Bran

Bran merupakan kulit luar gandum dan terdapat sebanyak 14,5% dari total keseluruhan gandum. Bran terdiri dari 5 lapisan yaitu epidermis (3,9%), epikarp (0,9%), endokarp (0,9%), testa (0,6%), dan aleuron (9%). Bran memiliki granulasi lebih besar dibanding pollard, serta memiliki kandungan protein dan kadar serat tinggi sehingga baik dikonsumsi ternak besar. Epidermis merupakan bagian terluar biji gandum, mengandung banyak debu yang apabila terkena air akan menjadi liat dan tidak mudah pecah. Fenomena inilah yang dimanfaatkan pada penggilingan gandum menjadi tepung terigu agar lapisan epidermis yang terdapat pada biji gandum tidak hancur dan mengotori tepung terigu yang dihasilkan. Kebanyakan protein yang terkandung dalam bran adalah protein larut (albumin dan globulin).

Endosperma

Endosperma merupakan bagian yang terbesar dari biji gandum (80-83%) yang banyak mengandung protein, pati, dan air. Pada proses penggilingan, bagian inilah yang akan diambil sebanyak-banyaknya untuk diubah menjadi tepung terigu dengan tingkat kehalusan tertentu [5]. Pada bagian ini juga terdapat zat abu yang kandungannya akan semakin kecil jika mendekati inti dan akan semakin besar jika mendekati kulit.

Lembaga

Lembaga terdapat pada biji gandum sebesar 2,5-3%. Lembaga merupakan cadangan makanan yang mengandung banyak lemak dan terdapat bagian yang selnya masih hidup bahkan setelah pemanenan. Di sekeliling bagian yang masih hidup terdapat sedikit molekul glukosa, mineral, protein, dan enzim. Pada kondisi yang baik, akan terjadi perkecambahan yaitu biji gandum akan tumbuh menjadi tanaman gandum yang baru. Perkecambahan merupakan salah satu hal yang harus dihindari pada tahap penyimpanan biji gandum. Perkecambahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi kelembapan yang tinggi, suhu yang relatif hangat dan kandungan oksigen yang melimpah.

untuk selengkapnya download dibawah ini!



Rabu, 25 Mei 2011

Budidaya tanaman Semusim

whooooooooee,,, tugas yang sudah lama neh bro... cuma baru teringat kalo blom diposting so tanpa prolog yang panjang liat neh aja yeeeee ...download aja

Gejala Kelebihan unsur hara tanaman (Toksisitas unsur hara tanaman)

Toksisitas adalah suatu keadaan yang menandakan adanya efek toksik/racun yang terdapat pada bahan sebagai sediaan single dose atau campuran...