Selasa, 28 September 2010

Lahan Gambut, Lahan Kritis, lahan Potensial dan Lahan Kering


1. LAHAN GAMBUT


Lahan gambut adalah lahan yang memiliki lapisan tanah kaya bahan organic (C-organik > 18%) dengan ketebalan 50 cm atau lebih. Bahan organik penyusun tanah gambut terbentuk dari sisa-sisa tanaman yang belum melapuk sempurna karena kondisi lingkungan jenuh air dan miskin hara. Oleh karenanya lahan gambut banyak dijumpai di daerah rawa belakang (back swamp) atau daerah cekungan yang drainasenya buruk. (Fahmuddin dan Subiksa, 2008).


Secara umum dalam klasifikasi tanah, tanah gambut dikenal sebagai Organosol atau Histosols yaitu tanah yang memiliki lapisan bahan organik dengan berat jenis (BD) dalam keadaan lembab <> 60 cm atau lapisan organik dengan BD > 0,1 g cm-3 dengan tebal > 40 cm (Soil Survey Staff, 2003). Gambut diklasifikasikan lagi berdasarkan berbagai sudut pandang yang berbeda; dari tingkat kematangan, kedalaman, kesuburan dan posisi pembentukannya. Berdasarkan tingkat kematangannya, gambut dibedakan menjadi:
• Gambut saprik (matang) adalah gambut yang sudah melapuk lanjut dan bahan asalnya tidak dikenali, berwarna coklat tua sampai hitam, dan bila diremas kandungan seratnya <>75% seratnya masih tersisa(Fahmuddin dan Subiksa, 2008)
.


2. LAHAN KRITIS


Lahan Kritis adalah lahan yang telah mengalami kerusakan secara fisik, kimia, dan biologis atau lahan yang tidak mempunyai nilai ekonomis. Untuk menilai kritis tidaknya suatu lahan, dapat dilihat dari kemampuan lahan tersebut.


untuk selengkapnya klik ini Tautan

Lahan Gambut, Lahan Kritis, lahan Potensial dan Lahan Kering



xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Penyimpanan benih

Selama ribuan tahun petani di seluruh dunia telah memproduksi dan menyimpan benih mereka sendiri. Disamping memproduksi makanan untuk keluarga mereka, para petani di seluruh dunia menyimpan benih benih dari tanaman mereka yang tersehat dan terbaik kualitasnya. Dengan meniru proses alami di sekitarnya, para penyimpan benih telah membentuk beranekaragam varietas berkwalitas seperti yang masih kita rasakan pada saat ini.

Penyimpanan benih merupakan salah satu cara yang dapat menunjang keberhasilan penyediaan benih, mengingat bahwa kebanyakan jenis pohon hutan tidak berbuah sepanjang tahun sehingga perlu dilakukan penyimpanan yang baik agar dapat menjaga kestabilan benih dari segi kuantitas maupun kualitasnya (Widodo, 1991).

Menurut Schmidt (2000), tujuan utama penyimpanan benih ..................................


Untuk selengkapnya klik link dibawah


.
.
.
.
.
.
keberhasilan penyimpanan benih ortodoks seperti jagung terletak pada pengaturan kadar air dan suhu ruang simpan

DAFTAR PUSTAKA

M. Azrai, Rahmawati, Ramlah Arief dan Sania Saenong. Pengelolaan Benih Jagung. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros.http://balitsereal.litbang.deptan.go.id/ind/bjagung/sebelas.pdfdiakses pada tanggal 9 Juni 2010.

Hendarto(1996), Kartasapoetra(1986), Schmidt (2000), Sutopo(1988) dalam Hario Polije. 2009. Penyimpanan benih (seed storage).http://hariopolije.blogspot.com/2009/04/hmmm.html.diakses pada tanggal 9 Juni 2010.

Justice and Bass(1979), Schmidt, L(2000), Siregar, S.T(2000), Widodo, W (1991) dalam Yudi Harisman, 2009. Wadah dan Lama Penyimpanan Benih. http://forester-rimbawan.blogspot.com/2009/05/wadah-dan-lama-penyimpanan-benih.html diakses pada tanggal 9 Juni 2010.
Yayasan IDEP, Lembaran Fakta Yayasan Idep Tentang Penyimpanan Benih Dan Perkembangbiakan Tanaman.http://www.idepfoundation.org/indonesia/ download_files/ seed_ saving/Fsheet_seeds_indo.pdf diakses pada tanggal 9 Juni 2010.


.
.

Sabtu, 25 September 2010

Karakteristik dan klasifikasi gulma


Secara umum gulma dibagi atas 3 golongan yakni:

· Gulma golongan rumput

Mempunyai ciri-ciri antara lain:

1. Bentuk batang umumnya silindris, pipih atau persegi

2. Batang biasanya berongga, beberapa diantaranya berisi (masif)

3. Daunnya tunggal (soliter) terdapat pada buku dan berbentuk garis (linier)

4. Duduk daun berselang-seling membentuk barisan kanan dan kiri.

5. Tulang daun sejajar dan ditengah helaian daun terdapat ibu tulang daun

6. Daun terdiri dari pelepah

7. Bulir tersusun dari anak bulir (spikelet) yang bertangkai, meskipun ada yang tidak bertangkai (sessile)

8. Lidah daun kerap tampak jelas pada batas antara pelepah dan helaian daun

9. Setiap bulir tersusun dari satu atau lebih bunga kecil (floret)

10. Buahnya disebut caryopsis atau grain.

11. Bakal buah beruang satu dan berbiji satu

12. Bentuk buah ada yang bulat memanjang (oblong) seperti perahu, bulat telur, atau datar cembung (planoconveks)

Beberapa contoh gulma golongan rumput:

Imperata cylindrica L, Paspalum conjugatum Berg, Eleusin indica L, Cynodon dactylon L, Panicum repens L, Echinocloa cruss gali L, Echinocloa colonum L, Digitaria ciliaris L, dll.

· Gulma golongan.......

Untuk selengkapnya klik link ini

Karakteristik dan klasifikasi gulma

Atau

Karakteristik dan klasifikasi gulma

.

.

.


habitat gulma dan manfaat gulma

Habitat suatu tumbuhan kita kenal ada:

 Tumbuhan liar, tumbuhan ini berada pada lingkungan yang belum diganggu dan siklus haranya sempurna. Tumbuhan ini mempunyai habitat alami.

 Tumbuhan ruderal, tumbuhan yang tumbuh pada wilayah menagalami gangguan tetapi tidak selalu berkaitan dengan pertanian. Sebagai contoh tumbuhan di samping jalan.

Habitat ruderal lebih menguntungkan karena derajat kompetisi pada awal suksesi tidaklah begitu tinggi jika dibandingkan dengan habitat pertanian dimana jenis gulma harus mampu bersaing dengan tanaman budidaya yang disebar secara rapat. Beberapa habitat ruderal mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi atau memiliki mikro yang lebih menguntungkan.
Selain itu kita juga mengenal istilah gulma pioneer
.
.
.
.
.
.

Untuk selengkapnya klik link ini

habitat gulma

Atau
.
.
.
.

Dari mata kuliah perdana Dr.Ir. Muh. Riadi, MP

Gejala Kelebihan unsur hara tanaman (Toksisitas unsur hara tanaman)

Toksisitas adalah suatu keadaan yang menandakan adanya efek toksik/racun yang terdapat pada bahan sebagai sediaan single dose atau campuran...